Jajaran direksi PT Pertamina akan dirombak karena dianggap telah melanggar Rencana Kerja Anggaran Dasar Perusahaan (RKAP) perusahaan.

Jajaran direksi PT Pertamina akan dirombak karena dianggap
telah melanggar Rencana Kerja Anggaran Dasar Perusahaan (RKAP) perusahaan.
Tim Penilai Akhir yang diketuai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan
telah mengantongi tiga nama calon dirut Pertamina, yakni Komisaris Utama Pertamina
Martiono Hadianto, Dirjen Migas Iin Arifin Takhyan, dan Kepala BPH Migas
Tubagus Haryono.

Kabar bakal dirombaknya direksi Pertamina merebak setelah Menteri Negara
BUMN Sugiharto melayangkan surat teguran kepada Widya Purnama, terkait dengan
pelanggaran RKAP Pertamina.

Widya Purnama dilantik sebagai dirut Pertamina pada 11 Agustus 2004 berdasarkan
SK Menneg BUMN No Kep 85 MBU 2004 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota
Direksi Pertamina.

Widya yang mantan direktur utama PT Indosat Tbk itu berjanji menjadikan
Pertamina sebagai perusahaan minyak dan gas nomor satu di kawasan Asia Tenggara,
mengalahkan perusahaan migas nasional Malaysia, Petronas. Widya juga menegaskan,
selama menjabat dirut Pertamina, akan melawan mafia minyak dan menjaga agar
Pertamina tidak terkontaminasi lagi oleh oknum tertentu. Selain itu, ia juga
mengatakan akan mundur jika dalam 100 hari tidak mampu mewujudkan perbaikan
di tubuh Pertamina.

Source : www.miningindo.com