PT Pertamina persero, negosiator penjualan dan pembelian gas alam cair Indonesia, mengikuti tender liquified natural gas (LNG) di Nigeria.

PT Pertamina persero, negosiator penjualan dan pembelian gas alam cair Indonesia, mengikuti tender liquified natural gas (LNG) di Nigeria. Penawaran sedang berlangsung dan dapat selesai dalam satu atau dua hari kedepan.

Menurut Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (persero), Ari Sumarno, ada dua kargo LNG yang ditenderkan. ‘Dua Kargo itu untuk pengiriman akhir Agustus dan awal September,’kata Ari di Jakarta Kamis (4/8).

Mekanisme pembelian telah diatur pemerintah. ‘Jadi nanti kami akan langsung melapor kepada pemerintah, begitu kargo diperoleh. Kami akan tanya terutama terkait dengan harga, apakah LNG yang kami dapat itu bisa dibeli atau tidak?’katanya.

Mengenai pembayaran, menurut Ari, tidak ada masalah. ‘Dana sudah tersedia. Lihat saja kalau ada yang menawar lebih tinggi ya, tidak dapat,’katanya tanpa mau menyebut angka penawaran dari Pertamina.

Rencananya, LNG tersebut digunakan untuk mengganti gas jatah ekspor milik PT Arun NGL yang dipinjam PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Operator Arun, ExxonMobil Oil Indonesia, telah mengalirkan gas bumi ke PIM sebesar 65 juta kaki kubik per hari hingga mencapai volume yang setara dengan satu kargo, sejak 12 Juli lalu.

www.tempointeraktif.com