Pertamina berencana menaikkan harga pertamax dan pertamax plus pada awal September.

Pertamina berencana menaikkan harga pertamax dan pertamax plus pada awal September. Saat ini sedang dilakukan pengkajian tentang kemungkinan menaikkan harga dua jenis bahan bakar minyak tersebut.

”Kemungkinan memang akan dinaikkan. Keputusannya bulan depan,” kata Kepala Divisi BBM Pertamina Achmad Faisal kepada pers, Kamis (4/8) di Jakarta.

Menurut dia, harga pertamax mungkin akan dinaikkan dari Rp 4.000 (saat ini) menjadi Rp 5.000 per liter dan pertamax plus dari Rp 4.200 menjadi Rp 5.200 per liter. Karena pertamax bukan konsumsi masyarakat kecil, pemerintah tak harus mendiskusikan terlebih dahulu dengan DPR sebelum menaikkan harganya.

Pertamina per 1 Agustus baru saja menaikkan harga BBM untuk industri. Menurut Kepala Humas Pertamina Abadi Purnomo, langkah menaikkan harga BBM untuk industri tersebut diharapkan dapat menekan subsidi BBM hingga Rp 20 triliun. Setiap bulannya, Pertamina menyesuaikan harga BBM untuk industri berdasarkan harga pasar yang mengacu pada Mid Oil Platts Singapore (MOPS).

”Kalau ternyata rata-rata MOPS Agustus lebih rendah dari Juli, harga pasar untuk bulan September menjadi lebih murah,” kata Abadi.

Kenaikan harga BBM kali ini berlaku untuk sektor industri yang lebih luas dan mencakup 5 persen dari total industri nasional. Meski demikian, menurut Abadi, konsumsi BBM dari 5 persen industri itu mencapai 70 persen dari total konsumsi BBM industri nasional. ”Jadi yang dikenai kenaikan harga ini adalah perusahaan yang benar-benar besar,” katanya.

Dari total sekitar 8.000 industri di Indonesia, kebutuhan BBM industri 11.373.072 kiloliter per tahun.

www.kompas.com