Pertamina mengklaim menjadi penyerta modal mayoritas dalam pengelolaan Blok Cepu. Porsi bagian Pertamina menjadi 55 persen karena bagian pemerintah daerah masuk ke bagian Pertamina.

Pertamina mengklaim menjadi penyerta modal mayoritas dalam pengelolaan Blok Cepu. Porsi bagian Pertamina menjadi 55 persen karena bagian pemerintah daerah masuk ke bagian Pertamina.

Direktur Utama PT Pertamina Widya Purnama mengemukakan hal itu di Jakarta, Senin (8/8). ‘Blok Cepu sepenuhnya menjadi wilayah kerja Pertamina. Sesuai dengan hasil rapat umum pemegang saham, jika ada kerja sama dengan Exxon, porsi saham Pertamina 55 persen, sedangkan Exxon 45 persen,’ kata Widya.

Nota kesepakatan pengelolaan Blok Cepu yang ditandatangani pada 25 Juni 2005 menyepakati penyertaan modal (participating interest) sebesar 45:45:10. Masing-masing untuk Pertamina, ExxonMobil Indonesia, dan pemerintah daerah.

Menurut Widya, porsi pemerintah yang 10 persen itu tetap ada di Pertamina. ‘Participating interest yang 10 persen adalah haknya Pertamina yang bisa diberikan kepada pemda jika mereka mampu ikut mengelola,’ ujar Widya.

Dengan saham 55 persen itu, Pertamina otomatis menjadi single majority sehingga pengelolaan blok Cepu operatornya ada di Pertamina. ‘Masa Pertamina yang sudah berpengalaman 48 tahun tidak kunjung dipercaya pemerintah,’ ujar Widya.

Ia mengatakan, hasil kajian pihak Pertamina itu sudah diserahkan kepada pemerintah sebagai regulator pada 25 Juli lalu.

Exxon lepas Blok A

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengemukakan, ExxonMobil bersedia melepas blok A. Blok A yang berada di Nangggroe Aceh Darussalam sampai saat ini belum dieksplorasi. Produksi gas itu sangat dibutuhkan oleh industri pupuk di daerah itu. Exxon sudah menyatakan bersedia melepas, terkait dengan itu pemerintah sudah memanggil Conoco, sebagai operator blok itu untuk menjelaskan posisinya, ujarnya.

Meskipun tidak menyebut batas waktunya, pemerintah sudah memberikan tenggat waktu kepada Conoco untuk memperjelas pilihannya, tetap mengoperasikan blok A atau melepaskan haknya.

Source : www.kompas.com