Pemerintah mendesak segera pembangunan pipanisasi gas dari Kalimantan Timur ke Jawa.

Pemerintah mendesak segera pembangunan pipanisasi gas dari Kalimantan Timur ke Jawa.

Menurut Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, proyek itu harus segera dilaksanakan. Sebab cadangan gas Kalimantan Timur sangat besar, sedangkan kebutuhan gas di Jawa sangat tinggi.

‘Saya bosan dengan studi. Saya mengharapkan segera dilakukan pembangunan pipanisasi dari Kalimantan ke Jawa,’ kata Aburizal usai berdialog dengan para pelaku di sektor migas dan kehutanan, Selasa (9/8).

Ia menjelaskan, desakan percepatan proyek ini juga diungkapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla. ‘Wapres mengatakan kepada saya, segera bangun pipanisasi. Cari jalan, segera bangun, kalau studi lagi nggak selesai-selsai,’ ujarnya.

Proyek pipanisasi tersebut diperkirakan menelan investasi US$ 2-3 miliar dengan jangka waktu 2 – 3 tahun. Rencananya, pemerintah akan menenderkan proyek ini. Proyek ini juga dimasukkan dalam proyek-proyek yang ditawarkan kepada investor dalam forum Indonesian Infrastructure awal tahun ini.

Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) WMP Simanjuntak mendukung sekali percepatan itu.
Namun, pihaknya masih membutuhkan waktu dan pendanaan, yakni apakah berasal dari Asian Development Bank (ADB) atau bank swasta.

Dia menilai proyek pipanisasi gas itu dapat menjawab kekurangan gas di Jawa. Sebab pembangunan itu diperkirakan dapat memasok gas ke Jawa sekitar 1 miliar kaki kubik per hari. Jumlah ini setara dengan 10 juta kiloliter per tahun. ‘Itu seperenam kebutuhan BBM nasional,’ ucapnya.

PGN sendiri satu pihak yang berminat atas proyek ini. Beberapa negara seperti Jepang, Cina, India, dan Eropa menyatakan minatnya bersama PGN. peruashaan memperkirakan proyek ini selesai ada akhir 2008 jika financial closer diteken pada 2006. ‘Kami punya pipanya yang langsung bisa diserap konsumen. Konsumen listrik dan industri juga siap,’ kata Simanjuntak.

Source : www.tempointeraktif.com