Harga minyak mentah mendekati level 65 dolar AS per barel di perdagangan Asia Kamis karena kekhawatiran atas fasilitas penyulingan yang sudah tua di AS, memanasnya suhu politik di Timur Tengah dan turunnya cadangan minyak AS.

Harga minyak mentah mendekati level 65 dolar AS per barel di perdagangan Asia Kamis karena kekhawatiran atas fasilitas penyulingan yang sudah tua di AS, memanasnya suhu politik di Timur Tengah dan turunnya cadangan minyak AS.

Di New York, harga minyak mentah untuk pengiriman September berada di kisaran 64,97 dolar AS per barel, naik 7 sen dolar dari penutupan Rabu (10/8) yang berada di 64,90 dolar.

Harga itu pada awalnya menyentuh rekor perdagangan tertinggi yang baru senilai 65,02 dolar, melebihi rekor 65 dolar yang tercipta di New York Rabu (10/8).

‘Saat ini, terdapat banyak momentum untuk membangun, menarik banyak spekulasi dan penyandang dana ke pasar energi,’ kata Victor Shum, analis di konsultan energi Purvin and Gertz yang berbasis di Singapura.

‘Apa yang memicu hal itu adalah laporan cadangan minyak AS yang muncul Rabu (10/8) yang menunjukkan cadangan minyak turun dan juga terus bermasalahnya fasilitas penyulingan minyak tua di AS dan suhu geopolitik yang memanas di Timur Tengah,’ katanya.

Departemen Energi AS dalam laporan mingguannya Rabu mengatakan persediaan minyak turun 2,1 juta barel menjadi 203,1 juta barel selama sepekan hingga 5 Agustus.

Sementara cadangan minyak mentah melonjak 2,8 juta barel menjadi 320,8 juta barel, sedang persediaan produk hasil penyulingan, termasuk minyak pemanas, naik 2,6 juta barel menjadi 129,9 juta barel.

Source : www.mediaindo.co.id