Saat ini sering ditemukan kendala pada saat pemeriksaan sample cutting yang dihasilkan dari pemborannya.

Untuk melakukan pemboran sumur penghasil minyak di daerah SANGATTA digunakan Lumpur OIL BASE MUD.

Saat ini sering ditemukan kendala pada saat pemeriksaan sample cutting yang dihasilkan dari pemborannya. Bagaimanakah cara-cara ataupun prosedur yang harus dilaksanakan dalam pemeriksaan sample cutting OIL BASE MUD untuk bisa mengindikasikan zona-zona sehingga cutting log dapat dibuat dengan baik?

Cutting harus dicuci menggunakan sabun sampai bening dan tidak keliatan kotor (sekitar setengah jam). Pencucian harus disertai dengan pengadukan atau pengocokan agar mud betul-betul lepas.

Setelah itu baru dilakukan Fluorescene test. Nanti akan kelihatan warnanya hijau kekuningan dan indikasi cut off terangnya akan sekitar 10-50%. Hal ini penting, karena untuk membedakan fluorescene dari oil base mud, yang kalau dilihat terangnya akan bersifat ‘kabur’ (tidak cerah). Indikasi lain adalah dari komposisi gas analysis, oil C3 nya akan lebih besar dari C2 nya. Juga C4 nya akan lebih besar dari C5 nya.

Dengan sedikit usaha meng-crush cutting sand, sebenarnya bisa dilacak HC-nya. Memang tak meyakinkan untuk exploration well. Untuk development well bisa terbantukan dengan offset well history.

DOH Kalimantan saat ini, sudah menggunakan teknologi OBM dalam pembuatan lubang sumur baik untuk produksi minyak ataupun gas nantinya.

Adapun komponen yang ada di dalam OBM yang digunakan saat ini terbuat dari bahan dasar dominan PALM OIL yang lebih ramah lingkungan bila dibandingkan dengan RESIDU-RESIDU CRUDE dari refinery, serta beberapa chemicall lainnya yang biasa digunakan untuk weight serta viscositas juga filtrate serta air.

Penggunaan OBM ini adalah pada prinsipnya untuk menjaga kondisi lubang lebih baik serta mengurangi intervensi fluida yang digunakan sebagai media fluida pemboran terhadap kondisi reservoir yang ada di bawah sana.

Beberapa pembuktian yang sudah diperoleh sejak mengubah sistem fluida pemboran dari WATER BASE MUD ke OIL BASE MUD di SANGATTA dan BUNYU cukup berdampak positif terhadap kualitas penyemenan serta logging data yang diperoleh nantinya.