Apakah ada penanganan khusus untuk setiap kondisi ladang minyak yang akan di bor, seperti kondisi tanah atau geografisnya dan lain-lain

Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan tentang proses pengeboran :

  1. Aspek apa saja yang harus dipersiapkan dalam memulai proses pengeboran (laut/darat)?
  2. Apakah ada penanganan khusus untuk setiap kondisi ladang minyak yang akan di bor, seperti kondisi tanah atau geografisnya dan lain-lain?

Jika suatu oil company akan melakukan drilling aspek yang paling utama dipertimbangkan adalah profit, baru pertimbangan berikutnya ke aspek teknis, dll.

Dalam memulai suatu proses pengeboran, akan menyangkut banyak disiplin ilmu dan engineer. Dari Geologist, Geophysicist, Reservoir, Drilling (teknis) hingga Finance.

Dari Geologi kita dapat mengetahui batuan yang akan ditembus dan juga target di kedalaman berapa serta struktur yang berkembang. Dari Geofisika dapat diketahui anomali-anomali seperti di lapangan-lapangan gas (seperti di total, dan juga ada shallow gas). Dari reservoir tentunya berhubungan dengan lapisan (layer) mana saja target yang nantinya akan diproduksi. Dari drilling tentunya menyangkut drilling/pengeboran supaya dapat berlangsung cepat dan aman serta sesuai target, bentuk sumur apakah ‘S’ shape, ‘J’ type, dll., serta bekerjasama dengan orang kimia menyangkut lumpur pemboran, apakah nantinya drilling overbalance/underbalance, lalu bagaimana pengaruhnya terhadap lingkungan, dll. Jadi sebenarnya kompleks sekali dan dari berbagai macam disiplin ilmu.

Untuk setiap kondisi ladang minyak yang akan dibor, ada penangan khusus dalam suatu wilayah, tidak semua bisa dilakukan. Ambil contoh LWD (Logging While Drilling) di sumur HPHT (Total) banyak yang mengalami kegagalan (failure) karena besarnya temperatur dan tekanan. Penggunaan mata bor untuk batu pasir dan batu gamping pun berbeda dengan penanganan yang berbeda pula. Begitupula rig-nya, khususnya antara laut dangkal dan laut dalam (deep-water) dan sangat dalam (ultra deep-water). Mengapa di deep water dan ultra deep water berbeda..?? Karena saat nanti akan meproduksi minyak, dikarenakan dalamnya air laut maka minyak akan menjadi beku saat sudah di permukaan (akibat dinginnya air laut), sehingga diperlukan penanganan khusus. Hal ini bisa ditanyakan dengan production engineer dari Unocal sebagai “Indonesia first deep water development”.