Di tengah rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak sebelum akhir tahun ini, Pertamina lebih dulu menaikkan harga jual elpiji, Pertamax, dan Pertamax Plus per 1 September.

Di tengah rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak sebelum akhir tahun ini, Pertamina lebih dulu menaikkan harga jual elpiji, Pertamax, dan Pertamax Plus per 1 September.

Demikian dikemukakan Direktur Utama Pertamina Widya Purnama, Senin (15/8) di Jakarta. ”Bulan depan Pertamax dan Pertamax Plus dinaikkan. Harga baru diperhitungkan dengan harga MOPS (Mid Oil Platts Singapore),” kata Widya.

Pihak Pertamina memperkirakan, harga Pertamax naik dari Rp 4.000 per liter menjadi sekitar Rp 5.000 per liter, sedangkan Pertamax Plus dari Rp 4.200 menjadi Rp 5.200 per liter.

Selain menaikkan harga bensin super, Pertamina juga akan menaikkan harga elpiji pada bulan September. Menurut Direktur Niaga dan Pemasaran Pertamina Ari Soemarno, kenaikan harga elpiji mencapai 20 persen.

”Harga elpiji dinaikkan untuk menyesuaikan dengan kenaikan harga internasional yang terus naik,” kata Ari.

Harga pasar elpiji sudah naik 20-30 persen dibandingkan dengan saat terakhir kali Pertamina menaikkan harga pada bulan Desember 2004. Harga elpiji saat ini Rp 4.250 per kilogram atau Rp 51.000 per tabung.

Dengan kenaikkan 20 persen, maka harga elpiji menjadi sekitar Rp 5.000 per kilogram. Produk elpiji bersama Pertamax dan Pertamax Plus merupakan bisnis non-BBM Pertamina yang tidak diatur harganya oleh pemerintah. Terhadap ketiga produk tersebut, Pertamina sebagai badan usaha milik negara tidak boleh merugi, tetapi harus dapat profit sebagai kontribusi dividen pada negara.

”Masa kami sebagai penjual tidak boleh dapat profit,” ujar General Manajer Gas Domestik Pertamina Edwin Bakti.

Konsumen terbesar elpiji sampai saat ini adalah rumah tangga yang mencapai 69 persen, diikuti hotel sebanyak 13 persen, dan restoran 13 persen.

Edwin mengatakan kenaikan harga perlu harus dilakukan untuk mencapai titik impas produksi agar Pertamina tidak mengalai kerugian. Pertamina menargetkan penjualan gas elpiji tahun ini sebesar 1,2 juta metrik ton. Namun, Edwin mengatakan rencana kenaikkan harga elpiji itu akan tetap disampaikan kepada pemerintah.

Source : www.kompas.com