Pemerintah menjadikan Bali sebagai proyek percontohan pembangkit listrik tenaga gas yang dipasok dengan teknologi transportasi Compressed Natural Gas (CNG).

Pemerintah menjadikan Bali sebagai proyek percontohan pembangkit listrik tenaga gas yang dipasok dengan teknologi transportasi Compressed Natural Gas (CNG). Diharapkan, pada tahun 2009 pasokan gas di Bali dari Kalimantan dilakukan dengan kapal.

Demikian dikemukakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, Kamis (18/8) di Jakarta, seusai menerima presentasi yang disampaikan oleh Samsung Corporation, sebagai bagian konsorsium yang akan mengembangkan pasokan gas dengan teknologi CNG (gas alam cair yang dimampatkan), yaitu gas didistribusikan dengan menggunakan kapal yang didesain khusus.

”Teknologi ini sangat sejalan dengan program energi alternatif yang dicanangkan pemerintah. Kami akan coba memakai teknologi pasokan gas ini untuk memenuhi kebutuhan pembangkit di Bali, mengingat setiap tahunnya pertumbuhan listrik di Bali bertambah 40 megawatt,” ujar Purnomo.

Kim Ji Hong, Deputi General Manager Samsung, mengatakan, teknologi CNG cocok untuk kondisi negara kepulauan seperti Indonesia. Dari segi keekonomiannya, biaya CNG 70 persen lebih murah dari bahan bakar minyak, tetapi lebih mahal dari gas yang didistribusikan melalui pipa.

Kim mengatakan, pasar CNG adalah wilayah yang sedikitnya membutuhkan 150-250 juta kaki kubik (mmscfd) dan tidak dilalui pipa transmisi. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi itu menjadi optimal

Konsorsium yang terdiri atas Samsung, Perusahaan Gas Negara, PLN, PT Tranaco Utama, Sumitomo Coroporation, dan PT Arpeni Ocean Line telah melakukan studi kelayakan untuk memasok gas ke Bali pada tahun 2009. Gas yang diangkut berasal dari Kalimantan.

Biodiesel

Terkait dengan upaya pemerintah untuk mengembangkan bahan bakar alternatif, kemarin Pertamina menandatangani kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung dan PT Rekayasa Industri untuk mengembangkan biodiesel dari minyak jarak. Biodiesel jarak pagar (Jatropha curcas) berpotensi menghemat pemakaian BBM sekitar 100.000 barrel per hari.

Pada tahap awal akan dikembangkan tiga hektar lahan untuk pohon jarak bagi pemenuhan bahan baku biodiesel. Pertamina menjamin akan membeli semua tanaman pohon jarak pagar yang ditanam petani untuk pengembangan bahan bakar alternatif.

Pohon jarak pagar dapat ditanam di lahan kritis. Jangka waktu penanamannya sekitar enam bulan untuk teknik setek dan satu tahun jika menggunakan bibit. Diperkirakan, harga jarak pagar per kilogramnya Rp 400- Rp 500.

Source : www.kompas.com