Manajemen PT PLN telah menghitung kompensasi untuk pelanggan yang menderita kerugian akibat pemadaman listrik tanggal 18 Agustus 2005 di Pulau Jawa dan Bali.

Manajemen PT PLN telah menghitung kompensasi untuk pelanggan yang menderita kerugian akibat pemadaman listrik tanggal 18 Agustus 2005 di Pulau Jawa dan Bali. Pelanggan yang mendapat kompensasi hanya berjumlah 293.710 pelanggan dengan total kompensasi senilai Rp 879,5 juta.

Demikian keputusan Direksi PT PLN, yang dibuat setelah melakukan pendataan dan penghitungan, Minggu (21/8). Sebagian besar pelanggan di wilayah Jawa dan Bali tidak memenuhi kriteria untuk mendapatkan kompensasi sehingga tak mendapat ganti rugi dari PLN.

Meskipun pemadaman diderita oleh seluruh pelanggan di Jawa dan Bali, yang menerima kompensasi hanya pelanggan di wilayah distribusi Jakarta-Tangerang sebanyak 475 pelanggan dan di wilayah distribusi Jawa Barat-Banten sebanyak 293.235 pelanggan.

Kriteria pembayaran kompensasi disesuaikan dengan standar tingkat mutu pelayan (TMP) yang ditempel pada papan pengumuman masing-masing unit pelayanan. Jika unit pelayanan PLN tidak mampu memenuhi standar TMP, maka wajib memberikan kompensasi kepada pelanggan.

Sesuai ketentuan dalam tarif dasar listrik (TDL) yang berlaku, maka pelanggan yang mendapat kompensasi adalah yang mengalami padam melebihi 110 persen dari TMP. Ketentuan itu diukur dari waktu dan frekuensi pemadaman listrik yang dialami oleh setiap pelanggan.

Setiap pelanggan yang mengalami pemadaman listrik melebihi TMP yang telah ditetapkan sesuai komitmen, maka PLN wajib memberikan kompensasi dalam bentuk reduksi sebesar 10 persen dari biaya beban yang ditagihkan pada pelanggan.

Berlaku bulan depan

Direktur PLN Eddie Widiono mengatakan, kompensasi akan diberikan kepada pelanggan bulan depan. ‘Bentuknya berupa reduksi biaya beban dalam tagihan listriknya sebesar 10 persen,’ kata Eddie.

General Manager PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten Murtaki Syamsuddin mengatakan, dari 293.235 pelanggan di wilayah Jabar dan Banten yang mendapat ganti rugi, sebagian besar adalah pelanggan rumah tangga, sedangkan industri hanya beberapa.

TMP di setiap unit pelayanan PLN berbeda-beda sesuai dengan kemampuan daya listrik. Setiap bulan, semua unit akan mengumumkan TMP mereka. Bisa jadi bulan ini TMP di satu unit mencapai sembilan jam, sedangkan bulan depannya kurang atau lebih dari itu, kata Murtaki.

Untuk wilayah Jabar dan Banten, kompensasi berupa reduksi biaya beban diperkirakan baru akan dilakukan bulan Oktober setelah ada penghitungan dari pemakaian lengkap.

Paling parah

Akibat terganggunya sistem interkoneksi 500 kilovolt (KV) Saguling-Cibinong-Cilegon, pelanggan di Jakarta dan Banten mengalami padam yang paling parah dari 1,5 jam hingga 12 jam. Pelanggan PLN di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali, pemadamannya 0,5 hingga 1,5 jam.

Sesuai dengan penghitungan PLN, pelanggan Distribusi Jakarta dan Tangerang yang mengalami pemadaman listrik mencapai 3,1 juta pelanggan. Namun karena standar TMP yang dipatok 24 hingga 25 jam per bulan atau enam hingga tujuh kali pemadaman dalam sebulan, maka yang mendapat kompensasi hanya 475 pelanggan dengan total nilai reduksi kepada pelanggan sebesar Rp 3,5 juta.

Pelanggan di wilayah distribusi Jawa Barat dan Banten dengan jumlah pelanggan 6,8 juta dan yang mengalami pemadaman listrik 2,21 juta pelanggan. Namun, yang berhak mendapat kompensasi hanya 293.235 karena mengalami pemadaman enam hingga 48 jam per bulan atau dua kali hingga 40 kali per bulan.

Pelanggan yang mendapat kompensasi akan diberi tahu melalui rekening listrik yang diterima. Dalam rekening tersebut akan dicantumkan reduksi yang diterima, 10 persen dari biaya beban.

Source : www.kompas.com