Kerusakan PLTU Paiton Unit 7, sampai Selasa (23/8), belum dapat diperbaiki. Untuk menutupi kekurangan daya listrik di Jawa dan Bali, PT Perusahaan Listrik Negara terpaksa memaksimalkan pembangkit listrik berbahan bakar minyak.

Kerusakan PLTU Paiton Unit 7, sampai Selasa (23/8), belum dapat diperbaiki. Untuk menutupi kekurangan daya listrik di Jawa dan Bali, PT Perusahaan Listrik Negara terpaksa memaksimalkan pembangkit listrik berbahan bakar minyak.

General Manager PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa-Bali Muljo Adji kemarin mengatakan, penyebab kerusakan generator di Paiton 7 belum dapat diketahui. Pengelola Paiton masih menunggu hasil penelitian dari pabrik pembuat generator itu, kata Muljo.

PLTU Paiton Unit 7 mengalami kerusakan pada sistem eksitasi generatornya hari Minggu lalu. Akibatnya, pembangkit berkapasitas 615 megawatt (MW) itu pun tak bisa memasok daya listrik ke sistem interkoneksi Jawa-Bali. Pasokan listrik untuk Jawa dan Bali juga berkurang karena pada saat yang bersamaan ada kerusakan di PLTU Suralaya Unit 3. Namun, PLTU Suralaya sudah beroperasi kembali Senin lalu.

Dengan tidak beroperasinya PLTU Paiton unit 7, PLN memaksimalkan semua pembangkit di wilayah Jawa bagian barat untuk memenuhi kekurangan listrik di Jawa bagian timur. Pembangkit berbahan bakar minyak, seperti PLTGU Muara Tawar 1.240 MW dan PLTGU Muara Karang 500 MW, terpaksa dioperasikan penuh. Sampai kemarin, dengan bantuan pasokan dari kedua PLTGU itu, sistem Jawa-Bali memiliki cadangan daya sebesar 140 MW.

Apa boleh buat, kami terpaksa membakar lebih banyak solar untuk memaksimalkan kerja kedua pembangkit tersebut, katanya.

Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk PLTGU Muara Tawar sekitar 5.000 kiloliter per hari, sedangkan untuk PLTGU Muara Karang mencapai 2.200 kiloliter. Akibat kenaikan kebutuhan itu, PLN mengkhawatirkan pemakaian BBM untuk bulan Agustus dan September akan melebihi rencana semula.

Namun, ada jaminan dari PT Pertamina sebagai pemasok bahwa jatah BBM untuk pembangkit-pembangkit PLN tidak akan terlambat. Juru bicara Pertamina Muhammad Harun mengatakan, sebelum terjadi gangguan sistem kelistrikan, Pertamina sudah menyiapkan kebutuhan pembangkit PLN. Bahkan, permintaan penambahan solar untuk PLTGU Muara Tawar dari 5.000 kiloliter menjadi 7.500 kiloliter juga sudah dipenuhi, kata Harun.

Source : www.kompas.com