Select Page

Pemerintah akan mengkaji kembali target produksi minyak yang saat ini sebesar 1,125 barel per hari.

Pemerintah akan mengkaji kembali target produksi minyak yang saat ini sebesar 1,125 barel per hari. Hal ini dilakukan karena target produksi minyak pada awal tahun tidak sampai 1,2 juta barel per hari.

‘Targetnya memang 1,125 juta barel per hari. Tapi agaknya itu sulit tercapai karena rencana produksi awal tahun 2004 sebesar 1,2 juta barel per hari tidak tercapai,’ kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Departemen ESDM Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (24/8/2005).

Pemerintah sengaja mentargetkan 1,2 juta barel pada awal tahun agar jika terjadi penurunan produksi maka rata-ratanya akan tetap sebesar 1,125 juta barel per hari. ‘Karena tidak tercapai, makanya kita akan kaji lagi,’ kata Purnomo.

Saat ini, pemerintah melalui BP Migas tengah mengkaji berapa besaran perubahan target produksi minyaknya. ‘Besok mungkin kita sudah dapat hitung-hitungannya. Dan ini akan kita bahas bersama dengan DPR,’ ujar Purnomo.

Hitung-hitungan target produksi minyak nasional itu akan ditentukan dalam bentuk range atau interval. ‘Tapi angkanya belum kita dapatkan, besok akan kita sampaikan,’ kata Purnomo.

Penurunan produksi minyak, kata Purnomo, karena terjadi penurunan produksi di sejumlah lapangan minyak. ‘Memang terjadi penurunan di lapangan minyak seperti di Caltex, Medco dan JOB Pertamina,’ kata Purnomo.

Pergantian Direksi Pertamina

Purnomo juga mengomentari soal pergantian direksi Pertamina. Menurutnya, pergantian direksi Pertamina berdasarkan UU tentang BUMN dilakukan oleh Menneg BUMN. ‘Menteri sektor (Menteri ESDM-red) hanya akan menyampaikan usulannya saja,’ kata Purnomo.

Usulan itu lantas diproses oleh Menneg BUMN setelah sebelumnya di-fit and proper test oleh tim penilai akhir (TPA). ‘Saya tidak mengikuti berapa banyak calonnya dan dari calon itu siapa yang akan di-fit and proper test,’ ungkapnya.

Source : www.detikfinance.com

Share This