Sistem kelistrikan Jawa-Bali kembali defisit pasokan daya sebanyak 410 megawatt akibat Pembangkit Listrik Tenaga Uap Suralaya Unit 3 kembali rusak dan PLTU Paiton Unit 7 hingga saat ini belum dapat diperbaiki.

Sistem kelistrikan Jawa-Bali kembali defisit pasokan daya sebanyak 410 megawatt akibat Pembangkit Listrik Tenaga Uap Suralaya Unit 3 kembali rusak dan PLTU Paiton Unit 7 hingga saat ini belum dapat diperbaiki. Sebelumnya, defisit teratasi karena PLTU Suralaya Unit 3 sudah berhasil diperbaiki pada hari Senin (22/8).

Sesuai dengan neraca daya sistem Jawa-Bali, tercatat pada Rabu (24/8) dan Kamis akan terjadi defisit 410 MW karena beban puncak diperkirakan mencapai 14.600 MW. Sementara kemampuan pasokan pembangkit yang ada hanya 14.190 MW.

PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Jawa-Bali membagi defisit sebesar 410 MW itu ke beberapa wilayah. DKI dan Banten mendapat jatah pengurangan pasokan daya sebesar 198 MW, Jawa Barat 66 MW, Jawa Tengah 54 MW, Jawa Timur 78 MW, dan Bali 14 MW.

Asisten Manajer Bidang Operasi dan Pemeliharaan PLN P3B Region II/Jawa Barat Iyan Sebastian mengatakan, saat beban puncak, PLTU Unit 3 Suralaya hanya mampu menghasilkan 158 MW dari optimalnya sebesar 400 MW. Hal itu karena belum stabil dan masih ditemukan kebocoran pada economizer boiler sehingga pada Rabu pagi, Unit 3 tersebut masih dinon-aktifkan.

Listrik di Sumatera

Sistem interkoneksi kelistrikan di Sumatera masih ada kendala dan diperkirakan baru bisa selesai tahun 2007. Pembangunan jaringan transmisi 150 kilovolt Bagan Batu-Kota Pinang-Rantau Prapat masih belum terkendala soal ganti rugi tanah.

Masih ada sekitar 100 kilometer sistem interkoneksi Sumatera yang belum nyambung, mulai dari Bagan Batu, Kota Pinang, sampai Rantau Prapat. Diharapkan tahun 2005 ini kendala itu bisa diatasi sehingga dua tahun kemudian, tahun 2007, interkoneksi Sumatera sudah nyambung, kata General Manager PT PLN (Persero) Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera Ir Kikied Sukantomo Adibroto di Padang.

Ia juga mengungkapkan, potensi ketenagalistrikan Sumatera sebesar 3.000 MW. Beban puncak sistem Sumatera Utara-Nanggroe Aceh Darussalam sebesar 1.107 MW, Sistem Sumbagsel-Sumbagteng 1.288 MW.

Source : www.kompas.com