Transparansi proses tender blok migas oleh pemerintah dinilai kurang.

Transparansi proses tender blok migas oleh pemerintah dinilai kurang. Asosiasi perminyakan Indonesia (Indonesian Petroleum Association) menuntut transparansi lebih baik dari saat ini.

Direktur Eksekutif IPA Suyitno Padmosukismo menjelaskan, tuntutan tersebut disampaikan pengurus IPA dalam pertemuan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro. Tanggapan menteri, ‘Yang penting ditender. IPA diminta membicarakan itu dengan Dirjen Migas Iin Arifin Takhyan,’ kata Suyitno, Kamis (25/8).

Menurutnya, pihaknya menginginkan keterbukaan dalam proses tender dan kejelasan parameter yang digunakan saat evaluasi. Misalnya, ada penilaian jelas atas kegiatan uji seismik 3 dimensi, pengeboran, investasi, termasuk komitmen dalam proposal penawaran yang diajukan peminat.

Alasan tuntutan keterbukaan itu berawal dari sebuah perusahaan peserta tender blok migas yang mempertanyakan alasan kemenangan perusahaan lain. Sebab perusahaan pemenang mengajukan penawaran yang nilainya lebih rendah ketimbang perusahaan yang bersangkutan. Sebenarnya pertanyaan itu telah diajukan ke panitia tender di Ditjen Minyak dan Gas. Namun, jawaban panitia dinilai kurang memuaskan.

Asosiasi sendiri menginginkan penjelasan gamblang mengenai kriteria penilaian terhadap proposal. ‘Yang dimaksud penilaian menyeluruh itu seperti apa. Kalau kami tahu, kami bisa menghitung sendiri peluang menang tidaknya dalam tender,’ kata Suyitno.

Presiden Direktur IPA Christ Newton menambahkan pemerintah perlu memperbarui iklim investasi di Indonesia agar lebih menarik minat investor. Perbaikan iklim itu akan meningkatkan kepercayaan perusahaan untuk menanamkan modalnya, baik proyek yang sedang berjalan maupun baru.

Perbaikan itu terutama menyangkut tiga hal: sistem perpajakan, birokrasi, dan perundang-undangan. ‘Sistem perpajakan merupakan faktor utama,’ ujarnya.

Source : www.tempointeraktif.com