Untuk atasi defisit, pemerintah upayakan meminimalisasi penggunaan BBM. Upaya pemerintah itu, salah satunya dengan mengurangi pemakaian BBM di sektor riil untuk mengurangi beban subsidi.

Untuk atasi defisit, pemerintah upayakan meminimalisasi penggunaan BBM. Upaya pemerintah itu, salah satunya dengan mengurangi pemakaian BBM di sektor riil untuk mengurangi beban subsidi.

‘Pada akhir 2005 dan sepanjang 2006 akan banyak pembangkit listrik non-BBM yang akan beroperasi,’ kata Menko Perekonomian Aburizal Bakrie usai temu wicara dengan pelaku pasar modal di Bursa Efek Jakarta, Jakarta, Kamis (25/8/2005).

Pengurangan pemakaian BBM ini, diantaranya dilakukan pada power-power atau pembangkit-pembangkit listrik. Dijelaskan Ical (panggilan Aburizal) , pembangkit-pembangkit yang akan beroperasi dan menggunakan non-BMM diantaranya yakni, PLTU Cilacap Unit I dengan daya pasok sebesar 300 MW, yang akan beroperasi pada November 2005. Serta PLTU Cilacap Unit II pada April 2006. Selain itu, PLTU Tanjung Jati Unit I dengan daya pasok sebesar 660 MW, yang akan beroperasi pada Januari 2006 dan unit II-nya akan beroperasi pada Juni 2006.

Untuk kawasan luar Jawa, pembangkit yang akan menggunakan non-BBM yakni, PLTA Renun, Sumatera Utara dengan daya pasok 80 MW, yang akan selesai proyeknya pada November 2005. Selain itu, PLTA Musi, Sumatera Selatan dengan daya pasok listrik mencapai 70 MW yang akan beroperasi pada Januari 2006, serta unit II-nya pada Juni 2006.

Dikatakan Ical, setiap 100 MW pembangkit yang non-BBM, akan mengurangi pemakaian terhadap BBM sebanyak 175 juta ton BBM. Ical juga mengatakan, kebijakan pemerintah untuk mengurangi pemakaian BBM bagi pembangkit-pembangkit listrik, juga akan diikuti dengan pipanisasi gas.

Pada sektor perminyakan, sebelum ada perubahan pada pemakaian energi primer, akan dilakukan refinery di Cepu dan Jeruk. Sehingga, dengan refinery tersebut akan memberikan tambahan produksi minyak nasional. Pemerintah juga berencana akan menggunakan sebanyak-banyaknya gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri.

Source : www.detikfinance.com