Pemerintah akan menaikkan harga BBM secara gradual sampai akhir tahun 2006.

Pemerintah akan menaikkan harga BBM secara gradual sampai akhir tahun 2006. Langkah ini diambil sampai tercapai harga pasar. Sedangkan kenaikan dalam waktu dekat dipastikan akan dilakukan sebelum atau paling lambat bulan Januari 2006.

‘Kenaikan BBM akan dilakukan secara gradual, sampai tercapai akhir harga market.’ kata Menko Perekonomian Aburizal Bakrie di Gedung Bursa Efek Jakarta, Jakarta, Kamis (25/8/2005).

Dengan diterapkannya harga pasar, maka harga BBM akan mengikuti naik turunnya harga minyak dunia. Penerapan harga pasar ini juga, tanpa adanya subsidi dari pemerintah lagi.

Menurut Ical (panggilanAburizal) , kenaikan BBM akan dibicarakan terlebih dahulu dengan DPR. Selain itu, kenaikan ini akan mempertimbangkan dampak pada sektor industri. Menurut ia, kenaikan BBM merupakan upaya pengurangan subsidi atau mengganti subsidi yang selama ini kepada BBM, ke subsidi langsung kepada rakyat kecil, miskin dan setengah miskin. Sehingga, nantinya subsidi tersebut bisa dalam bentuk tunai atau kepada sektor lain, seperti pendidikan, dan kesehatan.

Dijelaskan Ical, saat ini subsidi untuk bahan bakar mencapai Rp 120 triliun. Sedangkan, subsidi untuk sektor pendidikan Rp 34 triliun, kesehatan Rp 13 triliun, dan pertahanan Rp 23 triliun. Total ketiganya sebesar Rp 70 triliun.

Ical menyampaikan, dengan adanya kenaikan BBM sebesar 1 %, maka akan terjadi pengurangan pemakaian premium sebesar 0,49 %. Sedangkan, untuk pemakaian minyak tahan akan berkurang 0,32 % dan diesel berkurang 0,12 %.

Jika harga premium dinaikan 30 %, maka konsumsi BBM berkurang 15 persen. Demikian pula, jika minyak tanah dinaikkan 100 %, konsumsi pemakaiannya 32 %. Pengurangan konsumsi itu akan berdampak pada penurunan biaya impor minyak, yang selanjutnya bisa menekan pelemahan rupiah. Karena, kebutuhan terhadap dolar berkurang.

‘Hal ini karena, pergerakan rupiah sejalan dengan harga minyak dunia. Jadi, begitu minyak naik, rupiah langsung turun, karena pemakaian dolar untuk kebutuhan impor meningkat, ‘ kata Ical.

Source : www.detikfinance.com