Cevron Cooperation akan mengembangkan gas dan Geothermal di Indonesia selain terus mempertahankan produksi minyaknya.

Cevron Cooperation akan mengembangkan gas dan Geothermal di Indonesia selain terus mempertahankan produksi minyaknya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro usai mendampingi Presiden Yudhoyono menerima CEO Cevron di Kantor Presiden Jakarta, 29/8 mengatakan, Cevron, akan mengoperasikan East Kalimantan Gas (Gas di Kalimantan). Volume gas di Kalimantan tersebut selain bisa di ekspor dalam bentuk LNG juga diharapkan dapat memasok kebutuhan dalam negeri. ‘Untuk itu mereka meminta agar infrastruktur untuk memasok gas di dalam negeri dapat dipercepat pembangunannya sehingga mendukung pasokan gas untuk pasar Indonesia,’ kata Purnomo.

Sementara itu terkait Geothermal, Cevron telah mempunyai pembangkit listrik panas bumi Drajat yang berlokasi di Jawa Barat dan mempunyai keinginan untuk membangun unit ketiga, setelah sebelumnya telah membangun unit I dan II dengan kapasitas 140 megawatt. ‘Dengan dibangunnya unit III maka kapasitas akan meningkat menjadi 210 megawatt,’ kata Purnomo.

Ia juga menambahkan bahwa perusahaan itu, yang saat ini juga memproduksi gas dan minyak dalam jumlah besar, akan menjadi pemasok Geothermal terbesar di Indonesia.

Mengenai produksi minyak, Poernomo mengatakan bahwa presiden meminta agar Cevron meningkatkan produksinya di Sumatera Tengah.

Manajemen Cevron, kata Menteri ESDM mengatakan bahwa lapangan minyak di Sumatera Tengah sudah tua, sekitar 50% produksi Cevron di produksi di Sumatera Tengah. Namun Cevron berjanji untuk mencari blok baru di Indonesia sehingga bisa meningkatkan produksi.

Maksud kedatangan CEO Cevron kepada Presiden Yudhoyono juga untuk menjelaskan bahwa Jakarta akan dijadikan kantor pusat Cevron untuk kawasan Asia. Purnomo mengatakan bahwa langkah perusahaan itu sangat bagus untuk kegiatan ekonomi Indonesia.

Source : www.miningindo.com