Badai tropis Katrina akan terus memicu kenaikan harga minyak. Pasca bencana ini harga minyak akan terus melambung ke level di atas US$ 70 per barel, bahkan diyakini akan sampai pada US$ 75 per barel.

Badai tropis Katrina akan terus memicu kenaikan harga minyak. Pasca bencana ini harga minyak akan terus melambung ke level di atas US$ 70 per barel, bahkan diyakini akan sampai pada US$ 75 per barel.

Pada perdagangan pagi ini, di Pasar Singapura harga minyak light sweet crude untuk kontrak bulan Oktober diperdagangkan pada level US$ 70,50 per barel atau naik 69 sen dari perdagangan kemarin yang sebesar US$ 69,81 per barel.

‘Harga tinggi yang terjadi hari ini mengindikasikan harga minyak akan terus naik secera signifikan akibat kerusakan yang disebabkan Katrina,’ kata analis FIMAT, Mike Fitzpatrick.

Badan Energi Amerika Serikat (AS) menyadari keinginan kalangan industri agar pemerintah AS membuka kebijakan Strategic Petroleum Reserve setelah terjadinya badai Katrina ini. Kebijakan ini untuk menekan harga minyak yang terus melambung.

Kebijakan Strategic Petroleum Reserve pernah dikeluarkan AS saat terjadi badai tropis Ivan pada September 2004. Saat itu Badan Energi AS mengeluarkan 5 juta cadangan minyaknya ke sejumlah kilang baik itu milik Premcor, ConocoPhillips ataupun Shell untuk menekan harga minyak.

Berdasarkan data pemerintah AS, badai tropis Katrina telah menyebabkan mandeknya 95 persen produksi minyak mentah dan 88 persen gas alam di Teluk Meksiko. Kerusakan akibat badai ini adalah rusaknya kilang dan jaringan pipa yang menyebabkan harga minyak terus naik hingga US$ 70 per barel dan harga gas mencapai US$ 3 per galonnya.

Sejumlah perusahaan minyak saat ini mengerahkan pesawat dan helikopternya untuk memantau kerusakan fasilitas industri minyak lepas pantainya. Mereka melakukan inspeksi terhadap rig, jaringan pipa bawah air dan sejumlah kilang minyaknya.

Kerusakan tak hanya di lepas pantai, tapi juga di lapangan minyak di darat. Kilang-kilang mengalami kerusakan. Untuk perbaikannya akan membutuhkan waktu beberapa minggu.

Source : www.detikfinance.com