Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan, pemerintah berkeinginan agar ladang minyak di Blok Cepu cepat berproduksi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan, pemerintah berkeinginan agar ladang minyak di Blok Cepu cepat berproduksi. Produksi minyak di Blok Cepu akan dapat meningkatkan produksi minyak dalam negeri.

‘Bagi saya dan pemerintah makin cepat berproduksi ladang-ladang minyak itu semakin baik, termasuk Cepu. Karena kalau bisa diproduksi Cepu plus Jeruk bisa menyumbang 200 ribu barel per hari,’ kata Presiden dalam pidato paket kebijakan ekonominya di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (31/8/2005).

Jika Blok Cepu dan Jeruk dapat berproduksi maka, tambahan produksi minyak nasional akan sangat besar. ‘Bayangkan kalau kita sekarang punya 1,075 barel per hari tambah 200 ribu barel per hari. Besar harapan saya dalam 5 tahun dapat mencapai 1,3 juta barel per hari,’ kata SBY.

Soal adanya persoalan antara Pertamina dan ExxonMobile, SBY mengakui, kalau masalah itu harus disinkronisasikan. ‘Sebenarnya tujuannya sama, agar adil. Agar yang kita kelola tepat dan menghasilkan dan memperhatikan juga sistem desentralisasi dan lain-lain,’ ujar SBY.

SBY berjanji, masih adanya persoalan terhadap bagi hasil itu, akan segera diselesaikan pemerintah dalam waktu dekat ini. ‘Kita selesaikan dalam satu dua minggu. Kita akan masuk dalam gerak kontrak yang tepat dan bisa dimengerti oleh semua pihak,’ tandas SBY.

‘Sebenarnya ini adalah masalah corporate to corporate dan bussines to bussines,’ jelas SBY.

Untuk itu, kata SBY, pemerintah akan berusaha untuk menyelesaikan masalah ini. Soalnya, ini menyangkut hajat hidup orang banyak. ‘Pertamina juga BUMN oleh karena itu kita ingin menata semuanya dengan cepat, baik dan benar,’ tegas SBY lagi.

Di sisi lain, SBY mengatakan, peningkatan produksi minyak dalam negeri dan pembangunan kilang tambahan harus segera dilaksanakan. ‘Kita menetapkan bahwa kontrak untuk sumber minyak yang ada di Cepu harus segera dituntaskan,’ katanya.

‘Tentunya kita segera kita impelementasikan. Kita akan siapkan time table-nya soal proses itu. Agar dalam 2 atau 3 tahun mendatang benar-benar ada tambahan produksi minyak dalam negeri,’ tutur SBY.

Source : www.detikfinance.com