Harga minyak dunia pada akhir pekan lalu bergerak turun mengikuti upaya Badan Energi Internasional yang dipimpin Pemerintah AS untuk melepas pasokan sebagai langkah darurat.

Harga minyak dunia pada akhir pekan lalu bergerak turun mengikuti upaya Badan Energi Internasional yang dipimpin Pemerintah AS untuk melepas pasokan sebagai langkah darurat. Usaha tersebut untuk menenangkan gejolak pasar minyak pasca-Badai Katrina.

Tercatat kontrak pembelian minyak mentah jenis light sweet pada Jumat (2/9) di New York untuk pengiriman Oktober turun 1,90 dollar AS menjadi 67,57 dollar AS per barel. Sementara perdagangan di London mencatat harga minyak mentah jenis Brent asal Laut Utara untuk pengiriman Oktober turun sebesar 1,66 dollar AS menjadi 66,06 dollar AS per barrel.

Sebelumnya, Selasa (30/8), sehari setelah Badai Katrina menerjang AS, harga minyak jenis light sweet di New York mencapai harga tertinggi dalam sejarah perminyakan sebesar 70,85 dollar AS per barrel. Sementara jenis Brent di London mencapai harga tertinggi sebesar 68,89 dollar AS per barrel.

Namun, harga minyak tetap mendekati level 70 dollar AS per barel di perdagangan Asia, Jumat, di tengah kekhawatiran seputar kerusakan kawasan produksi minyak mentah Amerika Serikat akibat terjangan Badai Katrina.

60 juta barrel

Menteri Energi Amerika Serikat Samuel Bodman mengatakan, Amerika Serikat akan melepas cadangan minyak strategis sebanyak 30 juta barrel ke pasar dalam pekan ini. Selain itu, ditambah 30 juta barrel produk, seperti bensin, yang akan dilepas oleh anggota lainnya dari 26 negara anggota Badan Energi Internasional dan juga oleh negara-negara Eropa.

Para Menteri Keuangan Asia Pasifik dikabarkan akan mengeluarkan seruan dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pekan ini untuk meningkatkan kerja sama antarnegara produsen dan konsumen. Termasuk melakukan dialog yang dilakukan secara tahunan dalam Forum Energi Internasional untuk mencegah melambungnya harga minyak dunia.

Seruan bersama para menteri dari 21 negara anggota Forum Kerja sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) juga berisi imbauan untuk menjamin kestabilan pasokan minyak. Antara lain dengan mempromosikan teknologi baru dan mengurangi subsidi bahan bakar dalam upaya menstabilkan harga minyak yang mencapai rekor tinggi. Seruan akan diumumkan setelah pertemuan 8-9 September di Kepulauan Jeju, Korea Selatan.

Source : www.kompas.com