Ratusan warga di sekitar lapangan minyak (sumur) Banyu Urip dan Jambaran, salah satu lapangan minyak Blok Cepu, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, mendesak Pertamina dan Exxonmobile segera melakukan eksplorasi terhadap ladang minyak tersebut.

Ratusan warga di sekitar lapangan minyak (sumur) Banyu Urip dan Jambaran, salah satu lapangan minyak Blok Cepu, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, mendesak Pertamina dan Exxonmobile segera melakukan eksplorasi terhadap ladang minyak tersebut.

Desakan itu disampaikan saat acara deklarasi pernyataan sikap masyarakat sekitar Banyu Urip dan Jambaran di Balai Desa Gayam, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Senin (5/9) yang dihadiri ratusan warga dari 14 desa di Kecamatan Ngasem dan Kalitidu.

Ada beberapa poin dari isi pernyataan sikap warga. Namun intinya mereka mendesak Pertamina dan Exxonmobile segera melakukan eksplorasi di salah satu ladang minyak Blok Cepu yang ada di wilayahnya.

‘Kami mendukung dan minta Pertamina dan Exxonmobile segera melakukan eksplorasi ladang minyak Banyu Urip dan Jambaran untuk mengatasi krisis BBM di Indonesia,’ kata Sugiono, tokoh masyarakat setempat saat membacakan pernyataan sikap.

Selain itu, percepatan eksplorasi juga akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga di Kecamatan Ngasem dan Kalitidu yang sebagian besar adalah petani dan buruh tani.

Sugiono mengatakan saat ini masyarakat di sekitar lokasi ladang minyak Banyu Urip dan Jambaran merasa resah, karena kegiatan eksplorasi tidak segera direalisasikan, padahal ladang minyak tersebut memiliki kandungan minyak sangat besar.

Dalam acara yang dihadiri Bupati Bojonegoro HM Santoso dan jajaran muspida tersebut, warga minta pemerintah daerah setempat juga memperhatikan berbagai dampak dari kegiatan eksplorasi, baik sebelum, saat maupun sesudah eksplorasi.

‘Telah banyak dampak yang diterima masyarakat saat kegiatan seismik beberapa waktu lalu, seperti pencemaran lahan dan minyak. Kedepan, hal itu harus menjadi perhatian,’ kata Sugiono.

Selain itu, pemerintah daerah setempat juga diharapkan melakukan antisipasi terhadap dampak negatif lainnya, diantaranya kesenjangan sosial, dampak budaya dan bisnis dari kegiatan eksplorasi.

Ia menambahkan dalam berbagai kegiatan menyangkut eksplorasi, warga juga minta pemkab setempat, Pertamina dan Exxonmobile mengikutsertakan masyarakat sekitar agar nantinya benar-benar ikut memiliki ladang minyak Banyu Urip dan Jambaran.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro HM Santoso menyatakan akan menyampaikan pernyataan sikap tersebut kepada pemerintah pusat agar mendapat perhatian serius.

‘Saya bersama DPRD akan membawa pernyataan sikap ini ke pemerintah pusat dan presiden. Eksplorasi ladang minyak Banyu Urip dan Jambaran sudah lama ditunggu masyarakat Bojonegoro agar nantinya bisa lebih sejahtera,’ katanya.

Source : www.mediaindo.co.id