Pemerintah segera membuka tender pembangunan pipa gas dari Kalimantan Timur ke Jawa Tengah pada pertengahan September ini.

Pemerintah segera membuka tender pembangunan pipa gas dari Kalimantan Timur ke Jawa Tengah pada pertengahan September ini. Dengan dibukanya tender tersebut, proyek pipa gas Kaltim-Jateng diharapkan dapat segera direalisasikan.

Demikian dikatakan Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Migas (BPH Migas) Tubagus Haryono, Senin (5/9). Tendernya dilakukan pada pertengahan bulan ini, kata Tubagus.

Pipa gas ruas Kaltim-Jateng sejauh 1.220 kilometer diperkirakan menelan investasi sebesar 1,475 miliar dollar AS. Pembangunan pipa yang akan menyalurkan gas dari sejumlah lapangan di Kaltim ke Jawa tersebut menjadi prioritas pemerintah untuk mengatasi krisis energi gas bagi industri. Pembangunan pipa gas itu semula dijadwalkan pada tahun 2009.

BPH Migas memperkirakan ada cadangan gas sebesar 7,7 triliun kaki kubik (TCF) yang bisa dialirkan ke Jawa. Rencana pembangunan pipa transmisi Kaltim-Jateng itu menjadi pertanyaan para anggota Komisi VII DPR RI saat rapat kerja dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kemarin.

Para anggota Dewan mempertanyakan penandatanganan MOU antara Perusahaan Gas Negara (PGN) dan perusahaan migas China, CNOOC. PGN dan CNOOC menandatangani MOU sebesar 2 miliar dollar AS untuk membiayai pembangunan proyek tersebut. Penandatanganan MOU itu disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat kunjungannya ke China pekan lalu.

Direktur Utama PGN Washington MP Simanjuntak membenarkan telah melakukan MOU dengan CNOOC, termasuk dalam pembiayaan proyek. PGN terus melakukan langkah-langkah persiapan pembangunan pipa.

Menanggapi masalah itu, Tubagus menegaskan, MOU antara PGN dan CNOOC tidak mengikat secara hukum.Tak apa-apa jika mereka mau kerja sama, tetapi ruas itu ada dalam jaringan induk pipa gas dan termasuk bagian yang harus dilelang oleh BPH Migas. PGN bisa saja jadi operator atau pembangun, tetapi BPH hanya akan melihat perusahaan yang ikut tender. PGN boleh yakin terpilih, tetapi kalau kalah otomatis MOU itu batal, papar Tubagus.

Source : www.kompas.com