Para menteri keuangan dari negara-negara cekungan Pasifik bersama-sama berada di Jeju, Korea Selatan, Kamis, untuk membicarakan berbagai tantangan ekonomi mereka.

Para menteri keuangan dari negara-negara cekungan Pasifik bersama-sama berada di Jeju, Korea Selatan, Kamis, untuk membicarakan berbagai tantangan ekonomi mereka.

Korsel yang menjadi tuan rumah peretmuan tersebut, menyerukan transparansi pasar minyak untuk memerangi permintaan energi yang spekulatif.

Melonjaknya harga minyak telah membayang-bayangi 21 negara anggota Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) yang melakukan pertemuan dua hari dengan tema Free and stable movement of capital dan the challenges of ageing economies.

Para menteri atau wakil mereka juga akan menyampaikan kekhawatiran seputar ‘menggelembungnya’ pasar properti Amerika Serikat, di mana jika rencananya gagal, akan secara serius berdampak pada potensi pertumbuhan ekonomi dunia.

Dalam suatu pidato kunci, Menteri Keuangan dan Ekonomi Korea Selatan Han Duck-Soo mengatakan tingginya harga minyak sangat menekan sebagian besar negara anggota APEC, dan memperkeruh tinjauan ekonomi Asia-Pasifik.

‘Kenaikan permintaan meskipun pasokan cukup merupakan penyebab utama yang telah mendorong tingginya harga minyak. Bagaimanapun, faktor-faktor tersebut yang merusak efisiensi pasar minyak, seperti permintaan spekulatif dan kurangnya transparansi informasi pasar juga menyumbang kenaikan konsisten harga minyak,’ kata Han.

Ia mengatakan itu merupakan suatu hal ‘penting’ bagi negara-negara produsen dan konsumen minyak untuk memperkokoh jalur dialog antara kedua pihak (produsen dan konsumen minyak) untuk memperkokoh saluran dialog antara kedua pihak. Hal ini dimaksudkan dalam upaya membantu menyeimbangkan antara permintaan dan pasokan serta mempertinggi efisiensi pasar minyak.

‘Sampai saat ini, dialog antara ke dua pihak belum sistematis dan sporadis. Ini saatnya bagi kami untuk memenuhi dengan lebih konkret serta solusi yang praktis,’ ujar Han.

Sebanyak 21 negara anggota APEC mengkonsumsi lebih dari setengah produksi minyak dunia. Mereka termasuk empat dari lima importir minyak terbesar dunia–Amerika Serikat, China, Jepang dan Korea Selatan.

Source : www.mediaindo.co.id