Indonesia tidak bisa dikatakan net oil importer dalam keanggotan OPEC.

Indonesia tidak bisa dikatakan net oil importer dalam keanggotan OPEC. Selama ini ada pandangan Indonesia net oil importer karena hanya didasarkan pada perhitungan impor jangka pendek.

Padahal suatu negara dikatakan net oil imoporter bila negara tersebut tidak bisa mengembalikan produksi. Sedangkan Indonesia bisa mengembalikan di tahun 2008 dengan total produksi 1,4 juta barel per hari.

Demikian dikatakan Menteri Purnomo Yusgiantoro saat rapat dengan DPD di Gedung DPR/MPR Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (7/9/2005).

Menurutnya, saat ini akan ada beberapa tambahan produksi sebesar 305 ribu barel per hari karena sudah ada beberapa lapangan yang siap berproduksi. Di antaranya adalah lapangan produksi jangka pendek seperti Tiaka di Sulteng yang berproduksi sebanayak 6 ribu barel per hari, lapangan Jabung di Jambi yang memproduksi 10 ribu barel per hari, lalu lapangan Peciko di Kaltim yang berproduksi 10 barel per hari dan Sukowati di Jatim yang menghasilkan 14 ribu barel.

Sementara untuk produksi jangka panjang antara lain di Blok Cepu Jatim sebanyak 170 barel per hari, lapangan Jeruk di Jatim 5O ribu barel per hari dan Tangguh di Papua sebanyak 5 ribu barel per hari.

Menurut data net export energy fosil Indonesia produksi migas sebesar 2.350.000 barel yang terdiri dari minyak bumi sebanyak 600 ribu barel, gas bumi 600 ribu barel, batu bara 1,5 juta barel dan non BBM 300 ribu barel dengan total ekspor energi fosil sebesar 3 juta barel.

Sementara impor minyak bumi sebesar 400 ribu barel dan BBM sebanyak 250 ribu barel. ‘Jadi total impor sebanyak 600 ribu barel,’ kata Purnomo.

Ia meminta masyarakat tenang dengan isu kenaikan harga BBM. ‘Saya imbau masyarakat tenang dengan kenaikan harga BBM. Jangan membuat spekulan bertambah,’ katanya.

‘Percayalah pemerintah selalu memberi pertimbangan sat menaikkan harga BBM dan juga kompensasinya,’ urainya.

Source : www.detikfinance.com