PT Medco Energi Internasional (MEDC) berminat menggarap Blok Natuna. Direktur Utama PT Medco Hilmi Panigoro telah membicarakan hal ini dengan pemerintah dan tengah membuat proposalnya.

PT Medco Energi Internasional (MEDC) berminat menggarap Blok Natuna. Direktur Utama PT Medco Hilmi Panigoro telah membicarakan hal ini dengan pemerintah dan tengah membuat proposalnya.

‘Cobalah kita perusahaan nasional atau konsorsium nasional mengerjakan itu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,’ kata Hilmi di Graha Niaga, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (8/9/2005).

Total investasi untuk pengerjaan Blok Natuna diperkirakan mencapai US$ 7 miliar. Jika Medco berhasil mendapatkan blok Natuna itu, rencananya akan disenergikan dengan proyek yang tengah digarap oleh Medco saat ini. ‘US$ 7 miliar itu totalnya. Itu pun tak harus US$ 7 miliar bisa sedikit demi sedikit,’ ucap Hilmi.

Medco juga akan mempercepat monitasi di Blok Senora yang ada di Sulawesi. ‘Itu akan dilakukan secepat mungkin. Dana dari situ akan ikut diversifikasikan untuk Natuna,’ tutur adik Arifin Panigoro ini.

Pemerintah saat ini, kata Hilmi, sangat merespons keinginan Medco. Pemerintah meminta Medco untuk segera mengajukan proposal.

Namun begitu, niat Medco itu akan direalisasikan begitu kontrak perusahaan lain di Blok Natuna selesai. ‘Kalau betul kontraknya akan habis lalu diberhentikan, perintah baru kita akan ambil,’ ujarnnya.

Sebelumnya Blok Natuna dikuasai PT Exxon, namun tidak dieksplorasi selama 10 tahun. Medco memperkirakan cadangan gas di Blok Natuna itu di atas 49 triliun kaki kubik.

Pengumuman penawaran, kata Hilmi, baru akan dipublikasikan pada pertengahan Oktober tahun ini. Bagi dia, penurunan nilai rupiah tidak akan berpengaruh pada pembiayan perusahaan itu. ‘Kalau minyak naik US$ 1 maka return yang didapatnya bisa US$ 2.

Berdasarkan data perusahaan, Medco telah mengerjakan 49 sumur eksplorasi, termasuk di Libya dan Yaman.

Source : www.detikfinance.com