Harga komoditas pertambangan yang tinggi dalam 3-4 tahun ini harus dapat dijadikan momentum kebangkitan pertambangan di Indonesia.

Harga komoditas pertambangan yang tinggi dalam 3-4 tahun ini harus dapat dijadikan momentum kebangkitan pertambangan di Indonesia. Momentum ini tidak terjadi dalam 5-10 tahun lalu sehingga harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Direktur Utama PT Aneka Tambang Dedi Aditya Sumanagara mengatakan, tingginya harga komoditas pertambangan membuat banyak investor seperti Cina, Jepang, dan Eropa Timur melakukan kerja sama dengan pihaknya.

“Cina sangat membutuhkan biji besi dari Indonesia untuk menopang pertumbuhannya,” katanya dalam diskusi “Upaya Mencari Kembali Kejayaan Pertambangan Indonesia” di Jakarta, Kamis (8/9).

Dia menjelaskan, semenjak akhir tahun 2002 hingga kini terjadi kenaikan harga komoditas secara signifikan. Sebagai contoh, sejak tahun 2003 hingga kini harga nikel naik 89 persen, tembaga 129 persen, zinc 84 persen, dan alumuniun 40 persen. Khusus untuk harga besi juga mengalami kenaikan sejak tahun 2002.

Tingginya harga komoditas ini harus bisa ditangkap oleh pemerintah untuk mengembalikan kejayaan pertambangan. Pemerintah diharapkan mengeluarkan peraturan-peraturan yang menunjang bisnis pertambangan. “Perlu juga ditata peraturan-peraturan daerah yang ada, juga menyelesaikan tumpang tindih area pertambangan dengan hutan lindung,” ujarnya.

Source : www.tempointeraktif.com