Wapres Jusuf Kalla memerintahkan Pertamina untuk memaksimalkan pengolahan minyak mentah produksi dalam negeri di kilang minyak Cilacap dan Balikpapan.

Wapres Jusuf Kalla memerintahkan Pertamina untuk memaksimalkan pengolahan minyak mentah produksi dalam negeri di kilang minyak Cilacap dan Balikpapan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ekspor dan biaya pokok produksi BBM dalam negeri.

‘Wapres menginstruksikan kepada kami untuk melihat sejauhmana kemungkinan kita bisa memanfaatkan minyak mentah yang diproduksi di Indonesia untuk masuk ke kilang kita,’ kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai rapat yang dipimpin Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (8/9/2005).

Dalam jumpa pers itu, Purnomo didampingi oleh Dirjen Migas Departemen ESDM Iin Arifin Takhyan, Deputi Perencanaan BP Migas Zainal Ahmad, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Arie Soemarno, dan Direktur Pengolahan Pertamnina Suroso Atmomartoyo.

Iin menyatakan, dari produki minyak mentah Indonesia yang sebesar 1.096.000, yang masuk kilang domestik hanya sebesar 593 ribu barel per hari.

Arie Soemarno mengatakan, dengan adanya instruksi dari Kalla, Pertamina menargetkan bisa mengolah minyak mentah dalam negeri sebanyak 110 ribu barel per hari di kedua kilang minyak itu.

Untuk tahap awal, kedua kilang minyak itu akan didesain ulang untuk menyesuaikan jenis minyak yang akan diolah. ‘Selama ini kilang Cilacap dan Balikpapan lebih banyak mengolah BBM,’ kata Arie.

Source : www.detikfinance.com