Tinjauan terhadap masalah subsidi BBM, ketergantungan pada minyak bumi, manajemen energi nasional, dan pembangunan infrastruktur energi

“Subsidi BBM” menjadi issue yang menarik perhatian besar publik. Makalah ini menguraikan pengertian dasar, praktek, dan kritik mengenai subsidi BBM yang diterapkan di Tanah Air. Dikemukakan perkembangan perdagangan minyak bumi yang dilakukan Indonesia. Lebih jauh, makalah ini melihat bahwa masalah subsidi BBM sangat erat kaitannya dengan ketergantungan Indonesia yang sangat besar terhadap BBM dalam konsumsi energi nasionalnya, suatu hal yang tak sehat karena negeri itu memiliki berbagai macam sumber energi yang lain. Dikemukakan langkah keluar dari perangkap subsidi BBM. Disimpulkan bahwa sebagian masalah subsidi BBM dapat diatasi melalui pengembangan manajemen energi nasional, yang menekankan efisiensi konsumsi BBM dan pengembangan diversifikasi sumber energi. Upaya diversifikasi energi dipertegas melalui rencana pembangunan infrastruktur energi.

Setiap tahun pemerintah mengeluarkan dana untuk “subsidi bahan bakar minyak (BBM)”. Jumlah subsidi BBM yang dianggarkan dalam APBN, selain cenderung meningkat, juga cukup besar dibandingkan komponen pengeluaran APBN yang lain, khususnya setelah krisis finansial/ekonomi 1997/98. Pemerintah bertekad untuk mengurangi subsidi BBM, dan menyatakan hal itu antara lain dalam UU No. 20 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional yang menegaskan penghapusan subsidi BBM dapat dicapai pada tahun 2004. Subsidi BBM sendiri telah menjadi issue yang ramai dibicarakan masyarakat, dengan topik perbincangan cukup luas meliputi apakah subsidi BBM itu membebani APBN atau apakah ia dapat dibenarkan secara ekonomi. Apakah subsidi tepat mengenai sasarannya? Apakah subsidi BBM merupakan kebijakan yang perlu diteruskan, apakah pemberian subsidi BBM juga merupakan pola yang diterapkan negara-negara lain? Bagaimana kaitan antara subsidi BBM dengan harga BBM dan dengan harga energi yang lain, bagaimana strategi untuk keluar dari perangkap subsidi BBM, dstnya adalah contoh dari topik yang dibicarakan berkenaan dengan subsidi BBM.

Pertanyaan kritis yang belakangan dikemukakan adalah apakah yang namanya pemberian “subsidi BBM” itu di Indonesia benar-benar terjadi? Apakah akuntansi yang melandasi angka-angka subsidi BBM itu tepat penggunaannya? Walaupun subsidi BBM telah menjadi topik dari pembicaraan sehari-hari, namun mengenai istilah “subsidi BBM” itu sendiri, faktor-faktor yang mempengaruhinya serta bagaimana upaya mengatasinya nampaknya belum menjadi pemahaman yang sama di kalangan anggota masyarakat, termasuk tokoh politik dan pejabat pemerintah.

Tulisan ini memberikan gambaran dasar mengenai subsidi BBM yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia, mekanisme penyediaan BBM di Indonesia, kecenderungan perdagangan minyak Indonesia, serta kaitan subsidi BBM dan APBN. Selain menilai pelaksanaan subsidi BBM di Indonesia, lebih jauh tulisan ini mengusulkan langkah-langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi BBM dengan memperbaiki pola konsumsi energi nasional. Penekanan diberikan pada pembangunan infrastruktur energi non-BBM untuk mempercepat pelaksanan diversifikasi sumberdaya energi, sebagai bagian pula dari upaya mengurangi ketergantungan pada minyak dan menghilangkan subsidi BBM.

Untuk lebih lengkapnya, silahkan download file berikut :