Harga minyak naik tipis di perdagangan Asia setelah laporan pemerintah AS menunjukkan anjloknya cadangan minyak, menimbulkan kekhawatiran soal pasokan setelah badai Katrina.

Harga minyak naik tipis di perdagangan Asia setelah laporan pemerintah AS menunjukkan anjloknya cadangan minyak, menimbulkan kekhawatiran soal pasokan setelah badai Katrina.

Pada pukul 01.30 GMT, harga minyak di pasar New York untuk pengiriman Oktober naik 32 sen dolar menjadi 64,81 dolar AS per barel dari 64,49 dolar pada penutupan Kamis (8/9).

Laporan mingguan Departemen Energi AS (DoE) yang dikeluarkan Rabu (7/9) menunjukkan merosotnya cadangan bahan bakar utama selama sepekan hingga 2 September dengan persediaan minyak hanya 315 juta barel, turun 6,4 juta barel dari pekan sebelumnya.

Cadangan bahan bakar turun 4,3 juta barel menjadi 190,1 juta barel, lebih baik dari perkiraan pasar yang turun 6,2 juta barel, namun ‘tetap di bawah rata-rata terbawah,’ kata DoE.

Pada kesempatan terpisah, American Petroleum Institute memperkirakan penurunan persediaan minyak lebih dari tiga kali jumlah pemerintah — sekitar 14,3 juta barel menjadi hanya 308,4 juta barel.

Kalangan analis memperkirakan besaran penurunan minyak dan bahan bakar karena badai Katrina.

Source : www.mediaindo.co.id