PT Medco E&P Indonesia menganggarkan dana sekitar 200 juta dollar AS untuk kegiatan eksplorasi dan operasional hingga akhir tahun 2005.

PT Medco E&P Indonesia menganggarkan dana sekitar 200 juta dollar AS untuk kegiatan eksplorasi dan operasional hingga akhir tahun 2005. Jumlah sumur yang akan melakukan eksplorasi sebanyak 70 hingga 75 sumur minyak dan gas hingga akhir tahun 2005.

Demikian diutarakan Presiden Direktur PT Medco E&P Indonesia Lukman Mahfoedz di Jakarta, Kamis (8/9). Medco memang relatif agresif untuk melakukan eksplorasi migas di seluruh wilayah Indonesia untuk mempertahankan jumlah produksinya.

Menurut Lukman, saat ini Medco sedang melaksanakan kegiatan eksplorasi yang dilakukan di empat lokasi baru, yakni di Blok Sinunggaris, Blok Nunukan, Blok Merangin, dan Blok Sonoro.

Total produksi Medco Grup dan mitranya mencapai 56.000 barrel per hari dan 150 juta kaki kubik gas. Hingga akhir tahun ditargetkan penambahan kapasitas produksi minyak sebanyak 2.000-3.000 barrel dari eksplorasi 12 sumur baru.

Sementara itu, CEO Medco Grup Hilmi Panigoro mengatakan, selain menggarap ladang migas di Indonesia, perusahaan juga menggiatkan investasi blok minyak di luar negeri.

Kami sudah memasukkan penawaran untuk dapat mengelola satu blok di Yaman dan Libya. Untuk blok di Libya, pemenang tender proyek akan diumumkan pada Oktober 2005, ujar Hilmi.

Solusi energi

Menghadapi masalah krisis energi saat ini, bos Medco Grup, Arifin Panigoro, mengimbau pemerintah segera mendorong terbentuknya organisasi energi Asia. Selain itu, mendorong transformasi penggunaan energi minyak ke gas di dalam negeri.

Solusi lain yang juga penting, menurut Arifin, adalah mempercepat pengembangan lapangan migas dan meningkatkan kegiatan eksplorasi migas dengan cara memberikan insentif yang menarik bagi investor.

Pemerintah juga harus secara serius mengembangkan energi terbarukan. Indonesia memiliki keunggulan kompetitif, seperti etanol, biodiesel, dan geotermal, ujar Arifin.

Source : www.kompas.com