Tiga perusahaan asal China bekerjasama dengan PT Krakatau Steel membangun pengolahan bijih besi di Kalimantan

Tiga perusahaan asal China bekerjasama dengan PT Krakatau Steel membangun pengolahan bijih besi di Kalimantan dengan nilai investasi sekitar US$1 miliar dan berkapasitas 2,5 juta ton. Kesepakatan kerja sama tersebut telah ditandatangani sewaktu kunjungan Wapres Jusuf Kalla ke Beijing.

Tiga perusahaan China tersebut adalah Chengda Eng Coop, Sichuan Chuan Wei Group dan Sichuan Province dan bekerjasama juga dengan perusahaan domestik yaitu PT Sumbergas Sakti Prima.

Menteri Perindustrian Andung A. Nitimiharja seperti dikutip dari Detik.com berjanji akan terus memantau agar investasi itu dapat terealisasi, sehingga industri baja nasional dapat terintegrasi dengan baik. Depperin juga akan mengupayakan agar nilai investasinya terus bertambah hingga mampu berproduksi 5 juta ton setahun. Dengan demikian negara bisa menghemat devisa US$250 juta.

Dengan berdirinya pabrik pengolahan bijih besi tersebut diharapkan pada 2008 akan menghemat devisa negara sebesar US$119 juta per tahun dan nilai itu akan terus bertambah pada 2013, yaitu senilai US$548 juta.

Pembangunan fasilitas pabrik itu diperkirakan memerlukan waktu sekitar 30 bulan, sehingga jika dilaksanakan sesuai jadwal pada Februari 2006, maka pada 2008 pabrik dapat beroperasi.

KS memasuki industri penambangan dan pengolahan bijih besi di dalam negeri guna mengurangi ketergantungan impor bahan baku baja. Dirut KS Daenulhay mengatakan Visi KS yang menginginkan menjadi pemain baja terpadu di dunia pada 2013, memasuki bidang yang lebih hulu lagi, yaitu pertambangan bijih besi.

Source : www.miningindo.com