Menteri ESDM menyatakan Wakil Presiden telah meminta pihaknya untuk membuat road map tentang skema kenaikan harga BBM ke depan.

Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro menyatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah meminta pihaknya untuk membuat road map tentang skema kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ke depan.

‘Kami diminta untuk melakukan exercise membuat ‘road map’ tentang BBM ini. Tentu kami akan melakukan ini,’ kata Purnomo seusai pertemuan dengan Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Selasa (13/9).

Dalam pertemuan itu, Purnomo didampingi oleh Dirjen Migas Iin Arifin, Kepala BP Hilir Migas Tubagus Haryono, serta 8 General Manager (GM) unit pemasaran Pertamina seluruh Indonesia. Pada pertemuan itu, Purnomo menyatakan bahwa road map tersebut nantinya akan mencakup hal-hal seperti bagaimana kondisi BBM saat ini.

Selanjutnya, road map juga memuat skema tentang kenaikan seperti apa untuk jenis BBM tertentu. Ke depan, menurut Purnomo, jenis BBM akan diciutkan tidak lagi berjumlah lima jenis tetapi hanya tiga saja yakni premium, minyak tanah dan solar. Sementara untuk minyak diesel dan minyak bakar tidak dipasarkan lagi.

Lebih lanjut Purnomo menyatakan, road map juga mencakup tentang kebijakan harga untuk tahun-tahun ke depan hingga 2008. ‘Dulu kita mempunyai propenas tahun 2000 yang mencita-citakan BBM bisa mencapai harga keekonomian pada 2004. Ternyata karena satu dan lain hal, harga keekonomian itu tidak tercapai pada tahun 2004,’ katanya.

Sekarang, katanya, pemerintahan akan membuat lagi landasan-landasan untuk itu dan selanjutnya ditentukan tahap-tahap rasionalisasi harga BBM.

Dalam kesempatan itu, Purnomo juga menyatakan bahwa begitu pentingnya persoalan BBM ini maka harus dibawa ke sidang kabinet untuk ditinjau dari berbagai aspek.

Ketika ditanya mengenai rencana kenaikan harga BBM, Purnomo menyatakan bahwa proposal itu tidak disinggung secara spesifik dalam pertemuan dengan Wapres itu.

Source : www.mediaindo.co.id