Jika tak ada rintangan, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) bakal menerima pasokan gas pada bulan September ini.

Jika tak ada rintangan, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) bakal menerima pasokan gas pada bulan September ini. Perusahaan ini sejak 8 September menghentikan total produksinya akibat ketiadaan suplai gas.

‘Produksi berhenti bukan karena tidak ada gas, tapi pipanya sedang diperbaiki yang membutuhkan waktu satu minggu. Kami jamin suplai gas ke PIM masih aman,’ kata Kepala BP Migas Kardaya Warnika usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (14/9/2005).

Pernyataan BP Migas ini berbeda dengan Dirut PIM Hidayat Nyakman yang mengatakan produksi berhenti karena tidak ada suplai gas baru. Pasalnya, kontrak dengan Exxon Mobil yang selama ini menjamin pasokan gas PIM telah berakhir pada 11 September 2005.

Menurut Kardaya, pihaknya sudah memerintahkan Exxon untuk kembali mengalirkan gas ke PIM. Namun sampai saat masih terkendala oleh rusaknya jalur pipa yang ada. BP Migas juga tengah mengupayakan mencari kargo di pasar spot selain melakukan pengurangan komitmen penjualan LNG.

‘Kita sudah sampaikan reschedule dua kargo untuk Jepang dan Korea dan buyer yang mengindikasikan bersedia adalah Korea,’ katanya.

Blok Natuna

Mengenai rencana PT Medco Energi Internasional Tbk membeli Blok Natuna, Kardaya menilai seharusnya dilakukan pembicaraan secara bisnis (business to business) dengan Exxon Mobil. Pasalnya, sampai saat ini Blok Natuna yang dimiliki Exxon belum berakhir kontraknya.

‘Kecuali kalau diputuskan Blok Natuna menjadi wilayah kerja terbuka lalu ditenderkan, untuk itu seharusnya Medco menyatakan keberminatannya ke Dirjen Migas ESDM bukan BP Migas,’ kata Kardaya.

Source : www.detikfinance.com