PT Pertamina (persero) menyatakan hanya bersedia membayar US$ 50 juta atas kasus Karaha Bodas Company (KBC).

PT Pertamina (persero) menyatakan hanya bersedia membayar US$ 50 juta atas kasus Karaha Bodas Company (KBC). KBC merupakan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi yang dibatalkan oleh pemerintah kelanjutan pembangunannya pada 1997.

Direktur Utama Pertamina, Widya Purnama menyatakan, kesediaan Pertamina hanya membayar US$ 50 juta, karena KBC telah membohongi kapasitas panas bumi. ‘Jika bayar US $ 300 juta tidak mau, paling banyak hanya bayar US $ 50 jutaan,’kata Widya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (15/9).

Menurut Widya, kapasitas panas yang dihasilkan KBC hanya 30 Megawatt, namun dalam proposalnya mereka menulis 210 megawatt. ‘Sehingga saat arbitrase Pertamina didenda US$ 261 juta ditambah 4 persen setiap tahun,’katanya.

Wakil Dirut Pertamina, Mustiko Saleh menambahkan, saat ini Pertamina masih terus melakukan upaya hukum untuk mengurangi jumlah denda KBC. ‘Kami masih terus mengupayakan secara hukum,’ujarnya. Denda Pertamina atas kasus KBC hingga tahun 2005 telah mencapai sekitar US$ 300 juta.

Source : www.tempointeraktif.com