Semua hal yang berhubungan dengan Corrosion Inhibitor pada pipa gas, baik yang berhubungan dengan teori, mengapa menggunakan Corrosion Inhibitor?

Semua hal yang berhubungan dengan Corrosion Inhibitor pada Pipa gas, baik yang berhubungan dengan teori, mengapa menggunakan Corrosion Inhibitor? Apa yang terjadi di dalam pipa, bahan dasar corrosion inhibitor, alat ukurnya?

Corrosion Inhibitor terbagi menjadi 3 bagian :

  1. Inhibitor Anodic : yang memiliki sifat Pasif, Tipis, Kuat, dengan komponen utama berupa Zn, Cr, Al, Ti dan V;,
  2. Inhibitor Katodik; bersifat kurang kuat tapi tebal, komponen utamanya adalah Fosfat, Fosfonat, dll sedangkan yang ke
  3. Inhibitor Katano berupa Synergestic Effect.

Yang menentukan keberhasilan dari Corrosion Inhibitor bisa dilihat dari komponennya dalam hal ini komposisi kimianya, lalu Reaksi yang terjadi dengan melihat mekanisme reaksi dan zat apa saja yang terbentuk, dan perhatikan dosis awal dan dosis pemeliharaan (dalam ppm), serta laju aliran fluida (Mass Flowrate, Volumetric Flowrate, Velocity).

Pada prinsipnya corrosion inhibitor berguna untuk memproteksi agar gas (pada pipa gas yang korosif) yang melalui pipa tersebut tidak kontak secara langsung dengan pipa. Bagaimana caranya? Inhibitor tersebut akan membentuk film-ing pada permukaan pipa sejauh inhibitor tersebut dapat meng-cover. Ini bertujuan agar tidak terjadi korosi pada pipa yang dialiri oleh gas yang bersifat korosif tersebut.

Cara mengukur effektifitas dari suatu chemical inhibitor dengan cara Corrosion Monitoring (baik dengan corrosion coupon atau probe) dan untuk mengetahui sejauh mana inhibitor tersebut meng-cover permukaan internal pipa adalah dengan cara sampling yaitu mengambil sample pada pipa tersebut (untuk mengetahui amine residual karena khususnya untuk pipa wet gas, chemical inhibitor itu terbuat dari Turunan Amine).

Referensinya dapat dilihat pada link :
http://www.corrosion-doctors.org/Modules/mod-prevention.htm atau Buku ‘Corrosion and Water Technology’ karangan Loyd W.Jones.

Termasuk jenis manakah CI dengan water base? Bagaimanakah prinsip kerja dari corrosiometer yang menggunakan probe, bagaimana probe bisa membaca laju korosi, dan merubah dalam satuan mpy? Jika pembacaan laju korosi pada chart bernilai -0.12 mpy, apa artinya? Apa mungkin pipanya malah bertambah lapisannya atau merupakan noise?

CI water base menurut fungsinya akan memberikan lapisan film yang tipis sehingga reaksi anodik-katodik pada permukaan pipa akibat adanya fluida yang lewat di atasnya tidak akan terjadi karena prinsip anodik-katodik berkurang satu faktor, yaitu tidak ada electrical connection. Kalau termasuk group yang mana silahkan baca eferensi yang salah satunya dari Pierre R.Roberge, Handbook of Corrosion Engineering, McGraw-Hill, 2000.

Untuk ER probe, yang merupakan kepanjangan dari Electrical Resistance probe, prinsipnya adalah memberikan input apabila sensornya terkorosi sehingga akan meningkatkan resistansinya (R=rho*(L/A)) tetapi produsen probe ini menggunakan istilah division untuk menunjukkan berapa besar ire sensornya terkorosi. Division ini kemudian dikonversi menjadi metal oss yang pada akhirnya diolah oleh software (disediakan oleh manufacturer juga!) menjadi corrosion rate. Bisa dilihat di website para manufacturer seperti Cormon, Rohrback Cosasco, Metal Samples, atau yang lokal seperti Korosi Specindo.

Yang terakhir mengenai nilai -0.12 mpy…karena pembacaan pada probe berupa division, maka kadang pembacaan akan naik-turun. Dan apabila pembacaan division sebelumnya besar dan sedikit demi-sedikit mengecil, maka akan terbentuk gradien negatif yang oleh sebagian praktisi korosi bukan dianggap failure to read tapi salah satunya adalah menunjukkan keefektifitasan dari CI yang digunakan. Probe biasa dipasangkan dengan coupon agar corrosion rate-nya bias diperbandingkan dan dapat juga diketahui jenis korosi yang terjadi.