Tipe pengetesan apakah penentuan soil resistivity
penentuan soil elastic seismic wave velocity
? Apa benar CPT bisa di lakukan dengan soil lab analysis ?

Dalam bidang geoteknik. ada permintaan untuk melakukan soil lab analysis dalam bidang-bidang berikut :

  1. Penentuan soil resistivity
  2. Penentuan soil elastic seismic wave velocity
  3. Penentuan dengan soil lab analysis utk cone penetration test.

Tipe pengetesan apakah item 1 & 2? Apa benar CPT bisa di lakukan dengan soil lab analysis?

Soil resistivity. Resistivity (untuk rock, soil dan fluid) ditemukan dalam hasil geophysical logs (dan ini adalah pengujian lapangan). Umumnya dari geophysical logs tersebut diperoleh Lythology yang menyajikan data rock/soil atau fluid resistivity, permability, porosity, moisture content, dll.

Resistivity test merupakan test yang mengukur tingkat corrosive tanah atau untuk grounding dimana banyak parameter yang mempengaruhinya seperti tingkat saturasi dan lainnya. tes ini bisa dilakukan di lapangan ataupun di laboratorium.
Referensi bias dilihat di :

  1. www.hnd.usace.army.mil/techinfo/UFC/UFC3-570-02A/TM58117/app-a.pdf
  2. www.kilowattclassroom.com/Archive/GndTestArticle.pdf
  3. www.udot.utah.gov/dl.php/ tid=1143/save/8_T%20288%20Laboratory.pdf

Soil elastic seismic wave velocity. Seismic disini diartikan berkaitan dengan geotechnical earthquake engineering, jadi diasumsikan yang dimaksud adalah shear wave velocity, Vs. Di laboratorium test ini dapat diperoleh dengan test Resonant Column, Cyclic Triaxial Test. Bisa juga dengan pemodelan Shaking Table atau Centrifuge Test. Parameter ini sangat diperlukan untuk analysis dinamis tanah yang sangat erat kaitannya dengan Modulus Geser Tanah. Namun perlu diingat, test lab tersebut memerlukan biaya dan peralatan yang relatif lebih dari test lab biasanya. Test lapangannya jauh lebih murah dan mudah dilaksanakan seperti Seismic Refraction/Reflection test atau yg lebih umum Seismic down-hole/uphole test.

Untuk tes seismic wave velocity, ini memberikan gambaran kecepatan rambat gelombang – ada 3 yang diukur menggunakan probe tertentu dengan sumber getar tertentu pula (bisa bentul pulse dengan penjatuhan beban atau blasting, bisa sinusoidal wave generator dengan beban tertentu). dari alat ini diperoleh kecepatan rambat gelombang yang kemudian bisa mendapatkan nilai G, Damping, Tp material dan lainnya. metodenya ada surface wave, ada down hole atau up hole.
Bisa dilihat pada astm D4428/D4428M-00 Standard Test Methods for Crosshole Seismic Testing.

CPT (cone penetration test) atau lebih dikenal dengan Sondir selalu dilakukan pada massa continuum di lapangan bukan pada sample (specimen atau element) tanah. Karena bacaan dari CPT ini adalah tahanan ujung konus per satuan luas, jadi test ini menggambarkan respons massa tanah ketika diberi beban. Pada akhirnya dengan korelasi empiris akan diperoleh jenis tanah dan kuat geser tanah.

CPT atau sondir, biasanya digunakan untuk insitu test, walaupun ada CPT mini yang digunakan untuk laboratorium–>riset. CPT prinsipnya mencatat tekanan ujung dan tekanan selimut jadi metodenya dengan menggerakkan ujung cone (lalu dicatat tekanannya) kemudian menggerakan selubung (lalu dicatat tekanannya). Cara ideal untuk mensimulasikan tiang pancang. tapi ada kelemahannya, CPT tidak mampu menembus lensa pasir atau gravel, karena dapat merusak conenya.

Ada pocket penetrometer yang cara kerjanya seperti CPT tapi ini tidak dapat disamakan dengan CPT insitu karena tegangan keliling sangat mempengaruhi shear strengthnya, sedangkan untuk di lab, tidak ada tegangan keliling sehingga ada kemungkinan nilai CPTnya lebih kecil.