Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, masyarakat miskin akan memperoleh tambahan pendapatan sekitar Rp 50 ribu dari dana kompensasi langsung yang diberikan pemerintah sebesar Rp 100 ribu.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, masyarakat miskin akan memperoleh tambahan pendapatan sekitar Rp 50 ribu dari dana kompensasi langsung yang diberikan pemerintah sebesar Rp 100 ribu. Menurut dia, tambahan pengeluaran masyarakat akibat kenaikan BBM diperhitungkan hanya Rp 50 ribu perbulan.

‘Tambahan biaya itu lebih dari yang seharusnya,’ kata Kalla kepada pers seusai talk show dengan Radio Trijaya di kantornya, Kamis (22/9).

Wapres mengatakan, dana kompensasi langsung untuk kenaikan harga BBM pada Oktober nanti memang ditujukan untuk mengurangi beban masyarakat. Menurutnya, pemerintah sebenarnya berupaya untuk menghindari kenaikan harga BBM jika memang memungkinkan. Namun beban APBN akibat tingginya harga minyak mentah dunia semakin berat. Diperkirakan sekitar Rp 140 triliun dari APBN tersedot tahun ini hanya untuk menutupi subsidi BBM.

Wapres juga menekankan, pemerintah akan mengawasi secara ketat dan berjenjang dalam penyaluran dana kompensasi langsung yang diperkirakan sebesar Rp 4,8 triliun untuk 15,5 juta keluarga miskin. Ini untuk mengantisipasi penyalahgunaan dana termasuk penyalurannya. Sanksi juga bisa diberikan kepada masyarakat yang tidak berhak mendapatkan dana ini tapi mengambilnya. ‘Pemerintah akan beri sanksi tegas,’ ujarnya.

Source : www.tempointeraktif.com