Pemerintah mendukung rencana PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menaikkan tarif dasar listrik (TDL) secara berkala pada 2006.

Pemerintah mendukung rencana PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menaikkan tarif dasar listrik (TDL) secara berkala pada 2006. Perseroan telah membicarakan hal itu bersama pemerintah beberapa waktu lalu.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro, mmengatakan secara prinsip rencana penyesuaian tarif itu tidak masalah bagi pemerintah. Apalagi sistem tersebut pernah diterapkan pada tahun 1990 lalu. ‘Kalau sistem ini bisa diterima, itu bagus,’ ujarnya, di Jakarta, Rabu (21/9).

Ia menjelaskan, untuk merealisasikan rencana tersebut, PLN harus meminta persetujuan DPR terlebih dulu. Alasannya, hal itu terkait dengan anggaran subsidi dalam APBN.

Menurut menteri, dalam penyesuaian tarif listrik, PLN harus melihat beberapa faktor seperti pembelian listrik swasta, nilai tukar rupiah, inflasi, harga bahan bakar, dan biaya produksi. ‘Sekarang perlu dievaluasi lagi, apakah faktor-faktor tersebut sudah berubah sesuai dengan perkembangan saat ini.’

Namun, Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN, Ali Herman Ibrahim, memastikan faktor-faktor tersebut masih bisa digunakan.

Seperti diberitakan PLN mengusulkan penerapan kenaikan TDL secara berkala untuk menjaga keekonomian tarif. Pasalnya, biaya pokok penyediaan listrik saat ini lebih mahal dibandingkan harga jual kepada masyarakat. Berdasarkan perhitungan PLN, biaya pokok penyediaan listrik terus meningkat akibat kenaikan harga bahan bakar minyak.

Source : www.tempointeraktif.com