PT Pertamina (Persero) memperkirakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 2006 akan mencapai 43,2 juta kiloliter.

PT Pertamina (Persero) memperkirakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 2006 akan mencapai 43,2 juta kiloliter.

Direktur Niaga dan Pemasaran Pertamina Ari Soemarno dalam rapat kerja (raker) Komisi VII DPR dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Rabu 921/9) malam mengatakan perkiraan tersebut jauh berkurang dibanding pada 2005.

‘Hingga akhir 2005, konsumsi BBM bersubsidi diperkirakan mencapai 59,6 juta kiloliter. Dengan demikian pada 2006, konsumsi BBM bersubsidi menurun sebanyak 16,4 kiloliter,’ kata Arie.

Penurunan tersebut, lanjut Ari, dikarenakan pada 2006 Pertamina akan menerapkan harga pasar bagi pembelian BBM oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan TNI/Polri.

Pada 2005, konsumsi BBM bersubsidi oleh PLN mencapai 11 juta kiloliter sedangkan TNI/Polri 500.000 kiloliter.

Ari menambahkan konsumsi BBM bersubsidi 2006 tersebut terdiri atas jenis premium sekitar 17,3 juta kiloliter, solar 14 juta kiloliter dan minyak tanah 11,9 juta kiloliter.

Dari jumlah konsumsi solar bersubsidi sebesar 14 juta kiloliter tersebut, sebanyak 13,7 juta kiloliter untuk kebutuhan transportasi dan sisa 300.000 kioliter lainnya untuk industri.

Ari juga mengatakan secara keseluruhan konsumsi BBM nasional mencapai 66,3 juta kiloliter atau meningkat 700.000 kiloliter dibanding 2005 yang diperkirakan 65,6 juta kiloliter.

‘Dengan demikian, pada 2006 Pertamina akan menjual BBM dengan harga pasar mencapai 23,1 juta kiloliter,’ demikian Ari.

Source : www.mediaindo.co.id