PT PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Kediri, Jawa Timur merugi hingga Rp7,2 miliar per bulan yang diperlukan untuk biaya penyediaan energi.

PT PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Kediri, Jawa Timur merugi hingga Rp7,2 miliar per bulan yang diperlukan untuk biaya penyediaan energi.

Manajer Pelayanan PT PLN APJ Kediri Bambang Purwanto, Kamis menyatakan kerugian tersebut ditimbulkan oleh selisih harga beli energi dengan harga jual PLN kepada para pelanggan.

Menurut dia, PLN membeli energi sebesar Rp620 per KwH, sedang harga jual PLN kepada para pelanggan yang tersebar di Kediri, Blitar dan Tulungagung hanya Rp541 per KwH sehingga ada selisih sebesar Rp79 per KwH.

Jumlah selisih itu kemudian dikalikan dengan jumlah energi yang dijual per bulan 92 juta KwH sehingga total kerugiannya mencapai Rp7,2 miliar per bulan.

‘Itu baru kerugian akibat pengadaan energi. Kami belum menghitung kerugian lainnya, seperti biaya penyusutan, penerangan jalan umum ilegal, pemeliharaan, bahkan gaji pegawai,’ ujarnya.

Bambang mengatakan, biaya pengadaan energi paling besar terjadi pada waktu beban puncak (WBP), yakni antara pukul 17.00 hingga 22.00 WIB.

Pada jam-jam tersebut, kebutuhan konsumen terhadap listrik sangat tinggi, mulai dari kebutuhan rumah tangga, hingga industri yang berproduksi malam hari atau pada saat beban puncak.

‘Kalau kita melihat kondisi ini sebenarnya harga jual energi kami bukan harga yang ideal lagi, apalagi saat ini cadangan operasi PT PLN sangat tipis,’ tuturnya.

Namun demikian agar tidak terjadi pemadaman listrik secara massal Bambang mengimbau masyarakat menggunakan listrik seperlunya saja.

Source : www.mediaindo.co.id