Berbeda dengan ExxonMobil yang dengan tegas mengatakan akan menjual 50 persen kepemilikannya di ladang migas Blok A Aceh, ConocoPhillips lebih memilih untuk menukar Blok A dengan Blok lainnya.

Berbeda dengan ExxonMobil yang dengan tegas mengatakan akan menjual 50 persen kepemilikannya di ladang migas Blok A Aceh, ConocoPhillips lebih memilih untuk menukar Blok A dengan Blok lainnya.

‘Berbeda dengan Exxon, pihak Conoco sebagai operator Blok A tidak mengharapkan uang dengan menjual saham, tapi meminta barter blok lain yang ditukar dengan Blok A. Karena Conoco berpikir di Blok A ada masalah keamanan,’ kata Kepala BP Migas Kardaya Warnika di sela acara seminar restrukturisasi industri pupuk nasional di Hotel Atlet, Senayan, Jakarta, Senin (26/9/2005).

Menurut Kardaya, pihaknya telah memanggil keduanya untuk meminta plan of development. Pemerintah juga telah memberi izin Exxon untuk mengekspos datanya dalam rangka penjualan saham tersebut.

‘Tapi tampaknya kedua perusahaan besar itu tidak merasa blok A menarik karena masalah keamanan,’ ujarnya.

Blok Natuna-Alpha

Mengenai masa kontrak Exxon dalam mengelola Blok Natuna di Alpha yang berakhir dua tahun lagi, saat ini, menurut Kardya, masih belum final pengalihannya.

‘Opsinya kalau Exxon mau memperpanjang, harus ada kejelasan market dan jadwal membangun. Karena selama ini masih belum fixed, baru MoU, dan kalau tidak bisa fixed, tidak bisa diperpanjang,’ kata Kardaya.

Sedangkan jika ada pihak lain seperti PT Medco Energi Internasional Tbk berminat terhadap Blok Alpha saat ini, itu pun, kata Kardaya, masih belum bisa, karena blok ini masih terikat dengan Exxon.

‘Tapi kalau Exxon dan Medco melakukan pembicaraan secara business to business, itu urusan lain,’ katanya.

Dia mengaku, pihaknya senang jika nantinya Medco akan menawarkan pengembangan yang lebih cepat. Pasalnya, meski memiliki blok tersebut, Exxon belum pernah mengembangkannya.

Source : www.detikfinance.com