Perusahaan minyak raksasa ExxonMobil dituduh menggelembungkan harga bensin di AS saat munculnya badai Katrina dan Rita belum lama ini.

Perusahaan minyak raksasa ExxonMobil dituduh menggelembungkan harga bensin di AS saat munculnya badai Katrina dan Rita belum lama ini. Untuk itu, Partai Demokrat di kongres AS telah meminta agar ada penyelidikan terhadap ExxonMobil.

Partai Demokrat menyebutkan, beberapa pemilik pompa bensin di AS mengaku telah diperintahkan oleh ExxonMobil untuk menaikkan harga BBM.

‘Para pemilik pompa bensin mengatakan telah mendebat permintaan yang unik dan memaksa tersebut, namun mereka juga mengaku bahwa bisnis mereka tergantung pada akses untuk mendapatkan suplai dari ExxonMobil,’ ujar senator dari Partai Demokrat yang juga mantan kandidat presiden AS John Kerry seperti dikutip dari AFP, Rabu (28/9/2005).

Menurut pernyataan dari Partai Demokrat, tuduhan tersebut selayaknya memerlukan ‘penelitian yang cermat sepenuhnya’ dan ditangani oleh komite perdagangan, sains dan transportasi Kongres AS.

Asosiasi Otomotif AS atau American Automobile Association (AAA) untuk MidAtlantic pada 9 September lalu menemukan adanya pemilik pompa bensin yang ‘tidak puas’ karena dalam posisi dilamatis setelah adanya dugaan tekanan dari ExxonMobil.

‘Dengan menaikkan harganya, mereka berisiko kehilangan basis konsumen loyalnya yang telah susah payah diperolehnya dalam beberapa tahun terakhir. Dengan menyuarakan perlawanan terhadap aturan ExxonMobil, mereka dapat kehilangan kontraknya,’ demikian pernyataan AAA.

Sebanyak delapan gubernur dari Demokrat mendesak Kongres AS dan Presiden George W. Bush untuk melakukan penyelidikan atas kemungkinan penggelembungan harga. beberapa ekonom bertanya-tanya mengapa harga bensin di AS meningkat lebih cepat dibandingkan harga minyak dunia.

Namun American Petroleum Institute dan beberapa kelompok industri perminyakan membantah tuduhan tersebut. Mereka menyatakan bahwa harga bensin hanyalah merefleksikan tekanan pasar dan juga terbatasnya kapasitas kilang di AS setelah hantaman badai Katrina dan Rita.

Source : www.detikfinance.com