Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan cadangan minyak di Indonesia hanya cukup untuk 18 tahun.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan cadangan minyak di Indonesia hanya cukup untuk 18 tahun. Ini jika tidak ada penemuan ladang minyak dan kegiatan eksplorasi baru. Sedangkan cadangan gas cukup untuk 60 tahun dan batubara 150 tahun. Kenyataan ini, cukup memprihatinkan mengingat penggunaan energi dari tahun ke tahun akan terus bertambah.

Presiden saat membuka Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat nasional VII di Palembang, 27/9 mengatakan persoalan energi bukan hanya BBM, subsidi, dan defisit anggaran. Tetapi lebih mendasar, karena berkaitan dengan kehidupan manusia di dunia, kehidupan bangsa sekarang dan ke depan nanti.

Persoalan krisis energi tidak hanya dialami oleh Indonesia. Tetapi juga negara-negara lain di dunia, sebagai dampak tingginya harga minyak mentah di pasar dunia. Negara-negara maju yang tidak memberi subsidi BBM juga ikut terpukul.

Sementara Indonesia sendiri, menurut SBY, terpukul tiga kali. Mengapa? Ekonomi akan terhambat, inflasi akan tinggi, subsidi akan bermasalah, apalagi subsidi di Indonesia sangat besar yang akhirnya mengganggu APBN.

Dalam kunjungan kerjanya ke Palembang, selain membuka gelar TTG, Presiden SBY juga meresmikan Bandara Internasional Mahmud Badaruddin II. Di acara inilah, Presiden bertemu dengan suami mantan presiden Megawati Soekarnoputri, Taufiq Kiemas.

Source : www.miningindo.com