Badan Pengelola (BP) Migas mengungkapkan cadangan gas di Kalimantan Timur sulit untuk memenuhi kebutuhan gas nasional termasuk mensuplai gas ke Jawa terkait rencana proyek pipanisasi gas dari Kalimantan ke Jawa.

Badan Pengelola (BP) Migas mengungkapkan cadangan gas di Kalimantan Timur sulit untuk memenuhi kebutuhan gas nasional termasuk mensuplai gas ke Jawa terkait rencana proyek pipanisasi gas dari Kalimantan ke Jawa.

Kepala BP Migas, Kardaya Warnika, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (28/9) mengatakan cadangan gas bumi di Kaltim saat ini terdiri dari cadangan proven (P1) sebesar 24,66 TCF (triliun kaki kubik), cadangan probable (P2) 9,65 TCF dan cadangan possible (P3) 13,05 TCF.

‘Cadangan yang dapat diikatkan dalam suatu komitmen adalah P1. Tetapi dalam keadaan tertentu, dengan resiko tinggi, P2 terkadang juga diikutkan, meski ini belum baik,’ kata Kardaya.

Cadangan gas bumi Kaltim yang sudah terikat kontrak (komitmen) sebesar 10,11 TCF sehingga cadangan yang masih dapat dialokasikan untuk kontrak baru adalah P1 sebesar 10,11 TCF, P2 9,65 TCF dan P3 13,05 TCF.

Sementara permintaan untuk perpanjangan kebutuhan dalam negeri di Kaltim sebesar 7,30 TCF, pipa gas ke Jawa 5,11 TCF dan perpanjangan kontrak LNG dari kilang yang ada 5,64 TCF. ‘Jadi total permintaan sebesar 18,05 TCF,’ kata Kardaya.

Ia menambahkan, dengan cadangan P1 yang masih dapat dialokasikan sebesar 10,11 TCF, sebelum melakukan upaya pembuktian cadangan maka kebutuhan sebesar 18,05 TCF sulit dipenuhi semuanya. BP Migas saat ini juga tengah melakukan pengkajian lebih lanjut termasuk dari sisi deliverability-nya.

Source : www.mediaindo.co.id