Komisi VII DPR memutuskan jumlah kuota BBM bersubsidi dalam RAPBN 2006 sebanyak 41,578 juta kiloliter

Komisi VII DPR memutuskan jumlah kuota BBM bersubsidi dalam RAPBN 2006 sebanyak 41,578 juta kiloliter dengan rincian 17,080 juta kiloliter premium, 14, 498 juta kiloliter solar dan 10 juta kiloliter minyak tanah. Rincian ini berdasarkan data survei Departemen ESDM.

‘Komisi VII DPR juga putuskan alokasi BBM untuk TNI/Polri yang diberikan Pertamina sebesar 516.400 kiloliter menggunakan harga pasar yang berbentuk tunai,’ kata Ketua Komisi VII DPR Agusman Effendi usai raker dengan Kementrian ESDM di Gedung DPR/MPR Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (28/9/2005).

Menteri ESDM menjelaskan, terdapat pebedaan perhitungan volume kebutuhan premium dan solar dari data Departemen ESDM dan Pertamina. Data Pertamina untuk premium kebutuhannya sekitar 17, 514 juta kiloliter jadi ada selisih karena Pertamina menghitung 213 ribu kilo liter untuk TNI Polri dan sisa selisih dari itu ada dugaan penyelundupan.

Sementara untuk kebutuhan solar Departemen ESDM sebesar 13,180 juta kiloliter ini diluar 10 persen kebutuhan industri kecil. Kebutuhan Pertamina 14,070 juta kilo liter karena alokasi TNI Polri 295 ribu kiloliter selisihnya ada dugaan penyelundupan.

Perhitungan volume kebutuhan 2006 ada pertumbuhan konsumsi 3,3 persen dengan pertumbuhan laju kendaraan bermotor 5,5 persen sehingga diperoleh kebutuhan premium 17,080 juta kiloliter.

Source : www.detikfinance.com