Badan Pelaksana (BP) Migas mengancam tidak akan memperpanjang kontrak pengelolaan lapangan gas Natuna D-Alpha milik ExxonMobil.

Badan Pelaksana (BP) Migas mengancam tidak akan memperpanjang kontrak pengelolaan lapangan gas Natuna D-Alpha milik ExxonMobil. Pemutusan kontrak akan dilakukan jika ExxonMobil tidak juga mengembangkan lapangan dan mendapatkan komitmen pasar.

Hal tersebut ditegaskan Kepala BP Migas Kardaya Warnika saat raker dengan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/9/2005).

‘Kalau tidak ada kepastian market untuk pengembangan Natuna D-Alpha, BP Migas mengusulkan tidak usah diperpanjang dan dikembalikan lagi ke pemerintah, karena ada opsi setelah dua tahun ini akan ada putusan diperpanjang atau tidak,’ tegas Kardaya.

Menurut Kardaya, kalaupun kontrak diperpanjang, harus jelas apakah lapangan itu akan diproduksi atapun dikembangkan. ‘Kalau kontraknya diperpanjang, kami mengusulkan harus ada kejelasan produksinya,’ ujar Kardaya.

Kardaya juga mengusulkan kepada pemerintah adanya jaminan pelaksanaan komitmen kontraktor berbentuk performance bond. Dengan demikian, jika kontraktor mangkir, maka pemerintah bisa mencairkan performance bond tersebut.

Kardaya menjelaskan, performance bond tersebut salah satunya dimaksudkan untuk menghindari terulangnya kasus pengembangan Natuna D-Alpha oleh ExxonMobil.

Pengembangan lapangan gas tersebut terkatung-katung hingga lebih dari 10 tahun setelah penandatanganan kontrak. Padahal saat ini Indonesia sangat membutuhkan gas.

Kardaya mengaku, sejauh ini soal usulan performance bond ini akan diserahkan kepada pemerintah. Mengenai besaran performance bond, Kardaya mengaku menyerahkannya kepada pemerintah. Yang pasti, jumlahnya tergantung pada besarnya nilai komitnen. ‘Semakin besar komitmen, semakin besar pula performance bond-nya,’ tegas Kardaya.

Source : www.detikfinance.com