Akhir 2005 dan awal 2006 pasokan listrik dalam sistem interkoneksi Jawa-Bali akan bertambah 2.600 megawatt (MW).

Akhir 2005 dan awal 2006 pasokan listrik dalam sistem interkoneksi Jawa-Bali akan bertambah 2.600 megawatt (MW). Pasokan ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Karangkadri, Cilacap, Jawa Tengah, dengan kapasitas 2 x 300 MW yang dijadwalkan beroperasi Desember 2005, sedangkan PLTU Tanjung Jati B Jepara berkapasitas 2 x 5.600 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Suralaya dijadwalkan beroperasi Januari 2006.

”Transmisi di PLTU Karangkadri sudah siap, dengan menggandeng gardu induk Semen Cibinong di Cilacap dan Rawalo,” kata Divisi Manajer Strategi Pemasaran PT PLN Distribusi Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta Haryanto di Semarang, Rabu (28/9).

Kendala transmisi

Sejauh ini, kata Haryanto, tidak ada masalah dengan transmisi PLTGU Suralaya sehingga dipastikan bisa mulai beroperasi Januari 2006. Namun, penyiapan jaringan di PLTU Tanjung Jati B Jepara sampai saat ini belum selesai karena ada kendala dalam penyiapan jaringan transmisi 500 kilovolt dari Jepara ke Ungaran, Jawa Tengah.

Kendala itu antara lain adanya penolakan warga terhadap pembangunan jaringan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) melewati permukiman mereka. Hari Selasa (27/9), warga Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, menyatakan menolak pembangunan jaringan SUTET 500 kilovolt di jalur utara oleh PLN yang sudah dilakukan sejak September 2004.

Warga yang dilalui SUTET khawatir akan kesehatan dan keselamatannya jika harus tinggal di bawah jaringan itu. Karena itu, warga minta pembangunan jaringan itu dialihkan tidak melewati permukiman warga.

Source : www.kompas.com