Kebijakan energi yang dibuat pemerintah menargetkan penurunan BBM pada 2015 sampai sebesar 23 persen dibanding saat ini yang sebesar 63 persen.

Kebijakan energi yang dibuat pemerintah menargetkan penurunan BBM pada 2015 sampai sebesar 23 persen dibanding saat ini yang sebesar 63 persen. Ini untuk mengantisipasi turunnya persediaan cadangan minyak.

Sebaliknya, penggunaan batu bara tahun 2015 akan ditingkatkan sebesar 30 persen dibanding saat ini yang hanya sebesar 15 persen. Selain batu bara, pemerintah juga akan mendorong pemakaian sumber energi alternatif lain yang dikembangkan.

Demikian diungkapkan oleh Menko Perekonomian Aburizal Bakrie dalam acara ulang tahun Kadin di Gedung Graha Niaga, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (29/9/2005). Kebijakan energi 2015 ini adalah langkah konkret dari paket yang dikeluarkan Presiden SBY pada 31 Agustus.

Menurut Ical, untuk menyongsong pelaksanaan kebijakan energi 2015 ini, sudah mulai dilakukan oleh perusahaan BUMN. Seperti PLN yang menggunakan batu bara untuk energi pembangkit listriknya. Begitu pula dengan pemakaian flare gas (gas buang) yang mulai diarahkan untuk pembangkit listrik.

‘Dengan begitu nantinya biaya penyediaan listrik hanya seharga 3 sen per kwh,’ ujar Ical.

Dijelaskan Ical, meski pemakaian batu bara domestik akan ditingkatkan, namun perusahaan batu bara tetap bisa melakukan ekspor.

‘Tapi yang diutamakam pemakaian dalam negeri dulu, baru diekspor, nantinya batu bara akan dibuat domestic market obligation,’ papar Ical.

Source : www.detikfinance.com