Rasa dag-dig-dug bakal menyelimuti masyarakat pada Jumat malam 30 September pukul 22.00 WIB. Pemerintah bakal mengumumkan kenaikan harga BBM. Berapa persenkah?

Rasa dag-dig-dug bakal menyelimuti masyarakat pada Jumat malam 30 September pukul 22.00 WIB. Pemerintah bakal mengumumkan kenaikan harga BBM. Berapa persenkah?

Pengumuman kenaikan harga BBM itu akan dilakukan setelah Presiden SBY menandatangani jumlah subsidi yang akan diberikan.

‘Mau tidak mau akan tetap ada kenaikan harga BBM. Akan diumumkan Jumat malam pukul 22.00 WIB dengan sebelumnya Presiden memimpin sidang kabinet terbatas. Ini diumumkan jika Presiden sudah menandatangani subsidi yang disetujui,’ kata Menteri Perekonomian Aburizal Bakrie.

Hal ini disampaikan dia pada acara ulang tahun Kadin yang berlangsung di Gedung Graha Niaga, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (29/9/2005).

Subsidi yang disetujui DPR sebesar Rp 89 triliun dan sudah dipakai sebesar Rp 78 triliun, sehingga masih tersisa Rp 11 triliun. ‘Jadi subsidi yang diberikan sebesar Rp 800-Rp 1.000 per liter,’ ujar Aburizal yang akrab disapa Ical.

Menurutnya, minyak tanah tetap diberi subsidi terbesar. Minyak tanah akan terus diberi subsidi sampai akhir tahun 2007. Sedangkan solar dan premium akan diberi subsidi sampai akhir tahun 2006.

‘Antara tahun 2006 sampai 2007, harganya menggunakan koridor batas atas dan batas bawah dengan menggunakan tarif automatic tarrif adjustment, setelah itu kita gunakan harga pasar. Namun angka yang ditetapkan masih jauh lebih murah dari negara lain, seperti Timor Leste dan Laos,’ kata Ical.

Ical menjelaskan, kompensasi BBM akan diberikan pada empat pihak, pertama, rakyat kecil dalam bentuk uang tunai. Kedua, kalangan industri berupa insentif fiskal maupun nonfiskal yang akan diberikan mulai 1 Oktober.

Ical mencontoh insentif tersebut seperti penghilangan biaya-biaya di pelabuhan, penghapusan PPN produk pertanian primer, melindungi industri dalam negeri yang padat tenaga kerja dari penyelundupan, seperti tekstil, elektronik dan alas kaki.

Kompensasi ketiga, untuk buruh yang penghasilannya di atas Rp 700 ribu per bulan akan dikenakan pendapatan tidak kena pajak. Selain itu, gaji untuk tenaga kerja perempuan akan disamakan dengan tenaga kerja pria.

‘Selama ini wanita yang sudah menikah tidak diberi tunjangan seperti layaknya pria. Inilah yang akan disamakan,’ tutur Ical.

Untuk Jamsostek, dan Dana Pensiun juga akan dipercepat pembayaran dana pensiunnya. Selama ini diberikan setelah enam bulan pensiun, nantinya akan dipercepat pemberiannya langsung setelah pensiun. ‘Ini sebagai imbalan kenaikan harga BBM,’ katanya.

Kompensasi keempat ditujukan kepada petani, dalam bentuk dinaikannya harga gabah kering dengan pertimbangan faktor kenaikan harga pupuk.

Source : www.detikfinance.com